Nepati Peringati 19 Tahun Hari Republik dengan Parade Militer di Kathmandu

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:25 WIB
Nepati Peringati 19 Tahun Hari Republik dengan Parade Militer di Kathmandu
PARADAPOS.COM - Nepal memperingati Hari Republik ke-19 di Kathmandu pada Jumat, 29 Mei 2026, dengan serangkaian pertunjukan band dan parade militer. Hari libur nasional ini menandai momen bersejarah ketika Majelis Konstituen mendeklarasikan Nepal sebagai republik demokrasi federal pada 28 Mei 2008, sekaligus mengakhiri 240 tahun kekuasaan monarki. Perayaan tahun ini berlangsung di pusat kota dengan pengamanan ketat dan dihadiri oleh ribuan warga serta pejabat tinggi negara.

Sejarah di Balik Hari Republik Nepal

Deklarasi pada 2008 itu menjadi titik balik bagi Nepal, yang selama berabad-abad diperintah oleh dinasti kerajaan Shah. Keputusan Majelis Konstituen secara resmi mengubah status negara dari kerajaan Hindu menjadi republik sekuler. Perubahan ini merupakan puncak dari gerakan demokrasi yang berlangsung bertahun-tahun, termasuk perjanjian damai yang mengakhiri perang saudara pada 2006.

Suasana Perayaan di Lapangan

Di Kathmandu, personel kepolisian Nepal tampak berbaris rapi dalam seragam putih khas mereka, mengikuti irama musik dari band militer. Sorak sorai warga yang berjejer di sepanjang rute parade menambah semarak suasana. Beberapa di antaranya membawa bendera nasional Nepal, sementara anak-anak kecil duduk di pundak orang tua mereka untuk menyaksikan atraksi udara dari helikopter militer. "Perayaan ini mengingatkan kami pada perjuangan panjang untuk demokrasi," ujar seorang warga setempat yang hadir di lokasi. "Ini bukan sekadar libur nasional, tapi simbol kedaulatan rakyat."

Dokumentasi Visual dari Lapangan

Sejumlah fotografer dari berbagai kantor berita internasional turut mengabadikan momen tersebut. Salah satu gambar yang beredar memperlihatkan personel kepolisian Nepal berbaris di depan tribun kehormatan di Kathmandu pada 29 Mei 2026. Foto itu, yang diambil oleh jurnalis visual Sulav Shrestha, menangkap ekspresi khidmat para peserta parade di bawah langit cerah ibu kota.

Makna di Balik Kemeriahan

Bagi banyak warga Nepal, Hari Republik bukan hanya soal pawai dan seragam. Ini adalah pengingat bahwa perubahan politik yang dramatis bisa terjadi melalui jalur damai. Dari istana kerajaan yang dulu megah hingga gedung parlemen yang kini menjadi pusat pengambilan keputusan, perjalanan Nepal menunjukkan bagaimana sebuah bangsa bisa bertransformasi. Di sudut-sudut jalan Kathmandu, spanduk dan umbul-umbul berwarna merah, biru, dan putih menghiasi tiang listrik. Meski euforia terasa, beberapa pengamat mencatat bahwa tantangan seperti kesenjangan ekonomi dan ketidakstabilan politik masih menjadi pekerjaan rumah bagi republik muda ini. Namun, setidaknya untuk satu hari di akhir Mei, warga Nepal bersatu dalam perayaan identitas nasional mereka.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar