PARADAPOS.COM - Sebuah kejadian tak biasa mengusik ketenangan warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ketika seekor ular piton raksasa sepanjang enam meter muncul dan memangsa ternak kambing. Insiden yang terjadi di Lingkungan Bulutakkang, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, itu memaksa warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi hewan buas tersebut dari persembunyiannya di sebuah sungai kecil.
Ekskalasi Ketakutan dan Upaya Penanganan
Kekhawatiran akan keselamatan warga dan hewan ternak lainnya mendorong masyarakat untuk segera menghubungi Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan cepat. Tim gabungan yang terdiri dari petugas dan warga segera bergerak menuju lokasi di area perkebunan, di mana ular tersebut dilaporkan bersembunyi.
Muhammad Alamsyah, Anggota Rescue Damkar Mamuju, mengonfirmasi respons cepat timnya terhadap laporan masyarakat. "Kami menerima laporan adanya ular piton berukuran sekitar enam meter yang telah memangsa ternak warga. Tim langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan," jelasnya pada Sabtu (11/4/2026).
Perjuangan Dramatis di Dasar Sungai
Operasi penyelamatan ternyata tidak sederhana. Situasi berubah menjadi sebuah upaya yang cukup menegangkan. Ular piton itu ditemukan bersembunyi di dalam sebuah lubang di dasar sungai kecil yang digenangi air, posisi yang sangat menyulitkan bagi para petugas.
Alamsyah mengakui adanya tantangan teknis selama proses evakuasi. Posisi ular yang melingkar rapat di dalam lubang di bawah permukaan air membuat tim kesulitan untuk mendapatkan pegangan yang aman, khususnya di bagian kepala ular. Namun, pengalaman dan koordinasi yang solid akhirnya membuahkan hasil.
"Meskipun posisinya sulit di dalam lubang sungai, tim berhasil mengevaluasi dan mengamankan ular tersebut," ungkap Alamsyah, menegaskan keberhasilan operasi yang membutuhkan tenaga ekstra itu.
Pengamanan dan Imbauan Pasca Insiden
Setelah berhasil ditarik keluar dari persembunyiannya, ular piton raksasa tersebut berhasil dilumpuhkan. Untuk mencegah potensi bahaya lebih lanjut, petugas segera mengamankannya ke dalam karung sebelum dibawa ke markas Damkar Mamuju.
Menyusul peristiwa ini, pihak berwenang mengeluarkan imbauan keselamatan kepada masyarakat. Warga, terutama yang bermukim di dekat kawasan perkebunan atau hutan, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan tersebut juga menekankan agar masyarakat tidak melakukan tindakan penanganan mandiri yang berisiko jika menemui hewan buas atau berbisa, melainkan segera melaporkannya kepada pihak yang berkompeten.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Catatan Utang Kepala OPD kepada Bupati Tulungagung Tersangka
Perundingan AS-Iran Buntu, Ketegangan Timur Tengah Guncang Pasar Global
Dubes Iran Konfirmasi Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT