Istri Yaqut Jenguk Suami di Rutan KPK, Bawakan Tempe Goreng karena Idap Gerd

- Rabu, 27 Mei 2026 | 08:25 WIB
Istri Yaqut Jenguk Suami di Rutan KPK, Bawakan Tempe Goreng karena Idap Gerd
PARADAPOS.COM - Eny Retno, istri mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyambangi Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan pada Rabu (27/5/2026) untuk menjenguk suaminya yang tengah menjalani masa tahanan. Momen kunjungan ini bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Di tengah suasana hari raya, Eny membawakan oleh-oleh spesial: tempe goreng, makanan kesukaan Yaqut. Ia juga membawa sejumlah lauk pauk lain yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan suaminya.

Menu Spesial di Hari Raya

Saat ditemui awak media di lokasi, Eny tampak membawa beberapa wadah makanan. Ia menjelaskan bahwa pilihan menu tersebut bukan tanpa alasan. Suaminya, yang akrab disapa Yaqut, memiliki gangguan asam lambung atau GERD. Kondisi itu membuatnya tidak bisa mengonsumsi makanan bersantan, termasuk hidangan khas Lebaran seperti ketupat sayur atau opor. “Yang pasti aku ngirimnya ya tempe goreng kesukaan beliau gitu kan. Nah, kalau yang matangnya sih ya itu aja sih, sama sayur-sayuran biasalah untuk sekali makan sampai hari ini. Kalau makanan matang kan nggak bisa untuk bertahan lama ya. Paling ya roti-roti, kue-kue kering gitu,” jelas Eny kepada wartawan di Rutan KPK. Ia menambahkan, “Kebetulan Abah kan ada gerd ya, jadi nggak bisa dahar (makan) yang pakai santan gitu. Jadi yang ringan-ringan aja, yang non-santan gitu. Daging juga nggak terlalu senang sih, jadi kita alhamdulillah nanti paling yang ringan-ringan aja. Bapak itu nggak terlalu rewel untuk daharnya, cuma karena gerd-nya aja jadi mesti hati-hati,” lanjutnya.

Kondisi Kesehatan dan Harapan Keluarga

Eny mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan suaminya dalam keadaan baik selama menjalani Idul Adha di dalam rutan. Ia bersyukur karena Yaqut tetap bisa menjalani hari raya dengan tenang meskipun berada di balik jeruji besi. Berbeda dengan momen Idul Fitri sebelumnya, keluarga kali ini tidak mengajukan permohonan tahanan rumah untuk Yaqut. Eny hanya bisa berharap agar proses hukum yang dijalani suaminya segera membuahkan hasil yang baik. “Kalau sekarang sih nggak ya. Kita sih eh apa ya? Apa ya? Harapannya sih ya pulang ya, semuanya juga semua berharap Abah bisa pulang. Semogalah, doain ya, semoga di hari baik ini membawa hal baik juga buat kami sekeluarga,” kata Eny dengan nada penuh harap. Suasana di sekitar rutan tampak lengang, namun tidak mengurangi kehangatan momen kebersamaan keluarga di tengah keterbatasan. Eny terlihat sabar menanti giliran, sementara petugas rutan melakukan pemeriksaan rutin terhadap bawaan yang akan diberikan kepada tahanan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar