KPK dan Forum Sineas Banua Gelar Festival Film Antikorupsi untuk Generasi Muda di Kalsel

- Senin, 13 April 2026 | 15:50 WIB
KPK dan Forum Sineas Banua Gelar Festival Film Antikorupsi untuk Generasi Muda di Kalsel

PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Forum Sineas Banua menggelar acara pemutaran film bertajuk Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang juga menyasar Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarbaru ini bertujuan menanamkan nilai integritas dan pemahaman antikorupsi kepada generasi muda melalui medium film, dengan memutar 12 film pendek yang mengangkat praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Film sebagai Media Edukasi yang Efektif

Kolaborasi antara lembaga penegak hukum dan komunitas sineas lokal ini memanfaatkan kekuatan visual untuk menyampaikan pesan yang kerap dianggap kompleks. Alih-alih sekadar ceramah, peserta diajak menyelami berbagai realitas lewat layar, dari praktik korupsi tingkat elit hingga yang terjadi di lingkungan terdekat. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang lebih konkret dan mendorong keberanian untuk menolak segala bentuk penyimpangan.

Penyuluh Antikorupsi Kalsel, Rabiathul Adawiyah, menjelaskan alasan di balik strategi ini. "KPK ini ingin menanamkan nilai integritas, jadi kita mau menerbitkan bibit-bibit yang berintegritas untuk melawan korupsi. Karena koruptor saja bisa melakukan regenerasi," ungkapnya. Ia menambahkan, "Dengan film ini, secara tidak langsung kita bisa memahami, karena orang melihat visual itu lebih mudah dipahami."

Menyentuh Empati Generasi Muda

Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin, sepakat bahwa film merupakan medium yang tepat untuk menjangkau anak muda. Menurutnya, bahasa sinema mampu memancing empati dan menyampaikan nilai-nilai secara lebih langsung dan berkesan dibandingkan metode konvensional.

"Anak muda memahami nilai-nilai antikorupsi melalui medium film akan jauh lebih mudah, karena film mampu memancing empati dan menyampaikan nilai secara langsung," tutur Munir pada Minggu, 12 April 2026. Ia melanjutkan, "ACFFEST ini punya ciri khas, film-filmnya sangat subtil dalam menyampaikan perilaku korupsi yang bisa terjadi dari tingkat elit hingga akar rumput."

Upaya Berkelanjutan di Tiga Wilayah

Rangkaian ACFFEST 2026 di Kalimantan Selatan tidak hanya berhenti di Kota Banjarmasin. Gelaran serupa juga diselenggarakan di Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarbaru, menunjukkan komitmen untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Upaya sistematis dan kreatif semacam ini mencerminkan perkembangan dalam strategi pencegahan korupsi, yang mulai bergeser dari pendekatan hukum murni ke pembangunan budaya integritas sejak dini.

Dengan menyasar generasi muda sebagai agen perubahan, kegiatan ini berinvestasi untuk masa depan. Harapannya, pemahaman yang terbangun melalui tayangan film dapat tertanam kuat, lalu terwujud dalam sikap dan tindakan berintegritas di tengah masyarakat.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar