PT Merdeka Gold Resources Amankan Pinjaman Sindikasi US$150 Juta untuk Ekspansi

- Selasa, 14 April 2026 | 01:25 WIB
PT Merdeka Gold Resources Amankan Pinjaman Sindikasi US$150 Juta untuk Ekspansi

PARADAPOS.COM - PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) mengamankan fasilitas kredit sindikasi senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,56 triliun dari sejumlah bank. Pinjaman jangka menengah ini ditujukan untuk mendukung ekspansi operasional dan memperkuat struktur permodalan perusahaan induk grup pertambangan tersebut di tengah dinamika industri.

Dukungan Pembiayaan dari Konsorsium Bank

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (14/4/2026), perjanjian kredit tersebut telah ditandatangani pada April 2026. Fasilitas ini disediakan oleh sebuah konsorsium bank yang terdiri dari Kasikornbank Public Company Ltd., PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS).

Dalam dunia pertambangan yang padat modal, akses terhadap pendanaan eksternal yang likuid seperti ini seringkali menjadi penentu kelancaran proyek. Kepercayaan dari lembaga keuangan tersebut memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi manajemen EMAS untuk mengelola arus kas dan mendanai rencana strategis jangka panjangnya.

Strategi dan Alokasi Dana

Fasilitas kredit ini memiliki tenor hingga April 2028, dengan opsi perpanjangan. Dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan korporasi umum grup, termasuk pembiayaan belanja modal, kebutuhan modal kerja, serta transaksi intra-grup.

Manajemen perusahaan menegaskan pentingnya suntikan dana segar ini bagi keberlangsungan bisnis.

"Melalui Perjanjian Fasilitas ini, perseroan memperoleh sumber pendanaan yang efisien guna mendukung keberlanjutan kegiatan usaha grup perseroan," jelasnya dalam keterangan resmi.

Kondisi Keuangan dan Prospek Operasional

Langkah pembiayaan ini menarik untuk dicermati melihat kinerja keuangan EMAS yang tercatat hingga akhir 2025. Perusahaan melaporkan rugi bersih yang membesar menjadi US$27,49 juta, dengan pendapatan yang masih sangat terbatas. Namun, di sisi lain, total asetnya tumbuh signifikan menjadi US$740,63 juta, seiring dengan peningkatan liabilitas dan ekuitas.

Yang patut diperhatikan, posisi kas mengalami penyusutan, sementara arus kas dari aktivitas operasi mencapai 71% dari target. Dalam konteks ini, fasilitas kredit baru berperan sebagai bantalan likuiditas yang vital.

Prospek ke depan mulai menunjukkan titik terang. EMAS baru saja melakukan pengiriman emas perdana dari Tambang Emas Pani di Gorontalo kepada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) pada akhir Februari 2026. Artinya, penjualan komersial pertama akan mulai terefleksi dalam laporan keuangan kuartal I tahun ini.

Dengan target produksi antara 100.000 hingga 115.000 ons emas pada 2026, operasional tambang Pani yang telah mencapai fase produksi diharapkan menjadi motor pendapatan baru. Transisi dari fase pembangunan ke produksi ini merupakan momen kritis yang sering kali membutuhkan dukungan pendanaan kuat, persis seperti yang sedang diupayakan perusahaan melalui pinjaman sindikasi ini.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar