Mensos Gus Ipul Bahas Penanganan Konflik dan Gempa Malut dengan Wagub Sarbin

- Selasa, 14 April 2026 | 14:25 WIB
Mensos Gus Ipul Bahas Penanganan Konflik dan Gempa Malut dengan Wagub Sarbin

PARADAPOS.COM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini secara khusus membahas penanganan dua situasi darurat di wilayah tersebut: konflik sosial berdarah di Halmahera Tengah dan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Pulau Batang Dua. Selain itu, pembahasan juga menyentuh progres pembangunan fasilitas pendidikan strategis, Sekolah Rakyat, di dua kabupaten berbeda.

Fokus pada Penanganan Konflik dan Bencana

Audensi tersebut membuka ruang diskusi mendesak mengenai situasi keamanan dan kemanusiaan di Maluku Utara. Konflik sosial yang dimaksud merujuk pada bentrokan antarwarga di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah. Ketegangan memuncak setelah penemuan jenazah seorang warga Desa Banemo pada Kamis (2/4) dini hari, yang kemudian memicu aksi saling serang. Insiden itu tidak hanya menelan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Di sisi lain, bencana alam turut menambah beban yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah. Gempa bumi berkekuatan besar yang terjadi pada hari yang sama di perairan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, telah menimbulkan keresahan dan kerusakan infrastruktur, memerlukan respons cepat dari berbagai pihak.

Menanggapi kompleksitas situasi ini, Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan komitmen penuh kementeriannya. Ia menyatakan kesiapan untuk mendukung segala bentuk kebutuhan penanganan, baik untuk korban konflik sosial maupun mereka yang terdampak gempa.

"Bismillah, kita tindaklanjuti, Pak Wagub. Kami dukung apa yang dibutuhkan," tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya.

Pemantauan Pembangunan Sekolah Rakyat

Di tengah fokus penanganan krisis, pertemuan itu juga menyisipkan pembahasan mengenai program pembangunan jangka menengah. Isu strategis yang dimaksud adalah percepatan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Maluku Utara. Proyek yang menjadi perhatian nasional ini sedang berjalan di dua lokasi terpisah, yaitu Desa Rioribati di Kabupaten Halmahera Barat dan Desa Kukumutuk di Kabupaten Halmahera Utara.

Gus Ipul secara khusus meminta agar pemerintah daerah terus memantau perkembangan fisik pembangunan secara ketat. Ia bahkan menyampaikan keinginannya untuk turun langsung ke lokasi guna meninjau proses pengerjaan yang sedang berlangsung.

"Insya Allah, saya mau lihat (pembangunan) Sekolah Rakyat," tuturnya.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dalam tanggapannya, melaporkan bahwa proses konstruksi di kedua lokasi tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Ia memberikan gambaran waktu penyelesaian yang cukup optimistis.

"Dua-duanya progresif. Menurut informasi di lapangan, selesainya mungkin Juni," ungkap Sarbin.

Pernyataan ini memberikan sinyal positif bahwa meski dihadapkan pada situasi darurat, pembangunan infrastruktur pendidikan yang fundamental tetap menjadi prioritas yang tidak diabaikan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar