Banjir Landa 20 Titik di Bandar Lampung, Satu Warga Tewas

- Rabu, 15 April 2026 | 12:00 WIB
Banjir Landa 20 Titik di Bandar Lampung, Satu Warga Tewas

PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa (14/4/2026) memicu banjir di sekitar 20 titik, menggenangi permukiman dan jalan protokol, serta menimbulkan korban jiwa. Pemerintah kota, yang langsung meninjau lokasi, telah berkomitmen untuk menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.

Dampak Luas di Permukiman dan Jalan Utama

Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa jam menyebabkan sistem drainase dan beberapa sungai di kota itu meluap. Genangan air dengan ketinggian bervariasi dilaporkan merendam sejumlah kawasan, dengan wilayah Kecamatan Kedamaian, Way Halim, dan Kedaton menjadi yang paling parah terdampak. Banyak rumah warga di lokasi tersebut kebanjiran, sehingga aktivitas sehari-hari lumpuh total.

Tidak hanya kawasan permukiman, arus lalu lintas kota juga mengalami gangguan signifikan. Sejumlah ruas jalan vital, termasuk Jalan Sultan Agung, Teuku Umar, Yos Sudarso, dan Antasari, terendam air. Genangan ini memicu kemacetan panjang di beberapa titik, memperlambat mobilitas warga dan menghambat upaya penanganan darurat.

Respons Cepat dan Janji Bantuan Pemerintah Kota

Merespons kejadian ini, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan. Dalam peninjauannya, ia menyampaikan rencana penyaluran bantuan kepada korban.

"Kita akan berikan bantuan. Datanya kita lihat, insyaallah besok pagi sudah selesai, paling lama pukul 12. Untuk yang terdampak ada bantuan uang tunai dan beras," tutur Eva Dwiana, Rabu (15/4/2026).

Korban Jiwa Akibat Tanggul Jebol

Di balik kerugian materi, bencana ini juga merenggut satu nyawa. Seorang warga Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang menghantam rumahnya. Kejadian tragis ini dipicu oleh jebolnya tanggul di dekat tempat tinggal korban.

Camat Bumi Waras Budi Ardiyanto menerangkan, rumah korban yang bernama Dewi itu berada di bantaran sungai dengan tanggul setinggi sekitar tiga meter. Saat struktur penahan itu ambrol, air bah datang dengan kekuatan yang tak terhindarkan.

"Korban tidak sempat menyelamatkan diri ke lantai dua dan terseret arus. Korban perempuan atas nama Dewi meninggal dunia, sementara anggota keluarga lainnya selamat," jelasnya.

Pendataan Berlanjut, Kewaspadaan Diperlukan

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bekerja di lapangan untuk menyelesaikan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga. Situasi di sejumlah titik mulai mereda seiring surutnya genangan, namun kondisi tetap rawan. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan susulan yang dapat memperburuk situasi dan memicu banjir lanjutan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar