Distribusi Air di Tanjung Pandan Kembali Normal Setelah Perbaikan Darurat

- Rabu, 15 April 2026 | 15:25 WIB
Distribusi Air di Tanjung Pandan Kembali Normal Setelah Perbaikan Darurat

PARADAPOS.COM - Ribuan pelanggan air bersih di Tanjung Pandan, Belitung, akhirnya bisa bernapas lega setelah gangguan distribusi yang berlangsung sejak Sabtu (11/4/2026) berhasil diatasi. Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, turun langsung memantau proses perbaikan di Embung Air Baku Gunung Mentas, yang sumber masalahnya teridentifikasi sebagai kebocoran seal pompa. Perbaikan darurat dengan memasang pompa cadangan telah selesai, dan aliran air dipastikan telah kembali normal pada Rabu (15/4/2026) sore.

Turun Langsung Menanggapi Keluhan

Respon cepat ditunjukkan oleh Bupati Djoni Alamsyah Hidayat. Ia segera meninjau lokasi embung setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai terhentinya pasokan air yang dikelola oleh PDAM Tirta Batu Mentas. Di lapangan, tim menemukan akar masalahnya: kebocoran pada seal pompa yang menyebabkan air membanjiri rumah pompa dan merendam mesin, sehingga sistem terpaksa berhenti total.

Perbaikan Darurat dan Pemulihan Layanan

Tim teknis bekerja tanpa henti untuk memulihkan layanan vital ini. Proses perbaikan difokuskan pada pemasangan satu unit pompa cadangan sebagai solusi darurat. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada hari Rabu.

"Update terakhir, itu sudah pemasangan satu pompa, dan ini proses finishing. Mungkin agak siang atau sore sudah bisa nyala, sudah bisa mendistribusi kepada masyarakat," tutur Bupati Djoni saat memantau perkembangan terakhir di lokasi kejadian.

Rencana Perbaikan Sistem Jangka Panjang

Melihat dampak luas dari insiden ini, Pemerintah Kabupaten Belitung tidak hanya berhenti pada perbaikan darurat. Mereka berencana melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh untuk mencegah terulangnya gangguan serupa di masa depan. Rencananya, sistem pemompaan akan didesain ulang dengan memanfaatkan pompa penguras sebagai jalur cadangan.

"Nanti akan didesain ulang, ada satu pompa yang kelihatannya buat safety pengurasan embung, nanti di-bypass. Bisa difungsikan juga untuk emergency nanti, atau dijadikan pompa ketiga. Jadi multifungsi, satu untuk pengurasan embung, satu juga untuk menjaga-jaga saat ada trouble pompa yang rusak," jelasnya lebih lanjut.

Stok Air Baku Masih Aman

Di tengah kendala teknis yang terjadi, ada kabar baik terkait ketersediaan sumber air. Bupati Djoni menegaskan bahwa volume air baku di Embung Gunung Mentas masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Kapasitas embung tersebut dinilai mampu melayani kebutuhan lebih dari 8.000 pelanggan setelah sistem distribusi kembali berfungsi penuh. Pernyataan ini setidaknya meredakan kekhawatiran akan terjadinya krisis air bersih yang lebih parah.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar