Pelaku Usaha Indonesia Mulai Dekarbonisasi Lebih Dini dari Komitmen Paris 2015

- Sabtu, 18 April 2026 | 14:25 WIB
Pelaku Usaha Indonesia Mulai Dekarbonisasi Lebih Dini dari Komitmen Paris 2015

PARADAPOS.COM - Sejumlah pelaku usaha di Tanah Air ternyata telah memulai perjalanan dekarbonisasi mereka jauh sebelum komitmen global Perjanjian Paris 2015 menguat. Fakta ini mengungkap kesadaran dini dunia industri terhadap urgensi perubahan iklim, dengan perusahaan seperti PT Pan Brothers Indonesia Tbk. (PBRX) yang telah memulai inisiatif hijau sejak 2013, didorong oleh fakta bahwa industri sandang saat itu merupakan penyumbang polusi terbesar kedua di dunia.

Komitmen Global dan Aksi Lokal yang Lebih Dini

Perjanjian Paris, yang disepakati oleh 195 negara pada akhir 2015, memang menjadi tonggak penting dengan target menahan kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celsius. Namun, narasi di lapangan menunjukkan bahwa gelombang kesadaran untuk bertindak telah muncul lebih awal di kalangan pelaku bisnis yang visioner. Mereka tidak hanya menunggu regulasi, tetapi telah mengintegrasikan prinsip lingkungan ke dalam inti operasi bisnis mereka.

Pan Brothers: Dari Green Office hingga Target Berbasis Sains

PT Pan Brothers Indonesia, produsen garmen ternama, menjadi contoh konkret dari tren ini. Perusahaan ini secara resmi telah mengawali langkah dekarbonisasinya pada 2013, dua tahun sebelum kesepakatan Paris terbentuk. Dorongan utamanya bukan semata-mata iklim, tetapi sebuah pendekatan komprehensif ESG (Environmental, Social, and Governance) yang lahir dari kesadaran akan dampak industri mereka.

Wakil Presiden Direktur Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto, mengungkapkan latar belakang keputusan tersebut. "Kami di Pan Brothers itu fokus kepada, tidak hanya pada dekarbonisasi ya, tetapi lebih kepada ESG [environmental, social, and governance] karena kami melihat bahwa sebelum pandemi industri kita [garmen] atau tepatnya ekosistem sandang kita ini adalah yang menyebabkan polusi terbesar kedua di dunia," jelasnya dalam sebuah forum diskusi.

Langkah awal yang diambil adalah membangun fasilitas green office yang berfokus pada efisiensi energi, pengelolaan air, dan kualitas udara. Komitmen ini kemudian berevolusi menjadi kerangka yang lebih terukur. Pada 2022, Pan Brothers resmi mengadopsi target berbasis sains (Science Based Targets initiative/SBTi), sebuah standar global yang ambisius, dengan persiapan kerangka yang telah dirintis sejak 2020.

Target Ambisius untuk Berbagai Cakupan Emisi

Melalui pendekatan SBTi, perusahaan telah menetapkan target penurunan emisi yang spesifik dan terverifikasi. Untuk emisi langsung dari operasional (Scope 1) dan emisi dari penggunaan energi (Scope 2), Pan Brothers menargetkan penurunan absolut sebesar 50,4% pada 2032, menggunakan tahun 2022 sebagai dasar perhitungan.

Yang lebih menantang adalah komitmen mereka pada emisi Scope 3, yang mencakup seluruh rantai pasok. Perseroan menargetkan penurunan 30% pada kategori ini dalam periode yang sama, yang meliputi aspek kompleks seperti pembelian bahan baku, logistik, perjalanan bisnis, hingga pengelolaan limbah dan produk akhir. Target ini menunjukkan pemahaman bahwa keberlanjutan sejati harus mencakup seluruh ekosistem bisnis, bukan hanya tembok pabrik.

Pergerakan Pan Brothers dan perusahaan sejenisnya mengindikasikan sebuah pergeseran paradigma dalam industri. Dekarbonisasi tidak lagi dilihat sebagai beban compliance, tetapi sebagai bagian integral dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis itu sendiri di tengah tekanan ekologi global yang semakin nyata.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar