PARADAPOS.COM - Bareskrim Polri menyita lebih dari 23 ton komoditas pangan ilegal, berupa bawang dan cabai kering, dalam sebuah operasi penegakan hukum di Pontianak, Kalimantan Barat. Komoditas asal China, Thailand, dan Belanda itu diduga masuk secara ilegal melalui jalur tidak resmi dari Malaysia, sebuah tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar dan ketahanan pangan nasional.
Risiko Besar di Balik Penyitaan
Operasi yang digelar di dua gudang berbeda di Pontianak Selatan ini berhasil mengamankan total 23.146 kilogram barang bukti. Brigjen Ade Safri Simanjuntak, selaku Dirtipideksus Bareskrim Polri, menegaskan bahwa masuknya barang dalam skala sebesar ini bukanlah pelanggaran biasa. Selain merusak tatanan distribusi resmi, praktik semacam ini memiliki dampak berlapis yang merugikan banyak pihak.
"Masuknya komoditas ilegal dalam jumlah besar dapat menekan harga di tingkat petani dan mengganggu keseimbangan pasar," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Dari sisi kesehatan, produk yang lolos tanpa pengawasan keamanan pangan berisiko membahayakan konsumen. Sementara dari aspek ekonomi negara, aktivitas ini jelas merugikan karena tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap penerimaan pajak.
Penyelidikan Mengarah ke Jaringan Besar
Penyidikan awal mengungkap bahwa pemilik gudang yang disatroni aparat diduga hanya berperan sebagai penampung atau penerima titipan. Fokus penyelidikan kini justru diarahkan untuk membongkar jaringan yang lebih besar dan menemukan para pemasok utamanya.
"Kami sedang melakukan tindakan lanjut terkait para pemilik gudang yang membeli atau menerima titip jual komoditi pangan hasil impor ilegal ini," tegas Ade Safri, menandai bahwa proses hukum akan terus berlanjut.
Untuk memastikan kualitas barang bukti tetap terjaga selama proses penyidikan, Polri telah berkoordinasi dengan Perum Bulog. Komoditas yang disita tersebut dititipkan di gudang Bulog sementara menunggu penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut.
Artikel Terkait
Perancis dan Inggris Inisiasi Pembahasan Global untuk Jamin Keamanan Selat Hormuz
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab Imbas Ketegangan Iran di Selat Hormuz
Spanyol, Meksiko, dan Brasil Desak AS Buka Dialog Langsung dengan Kuba
KEK Palu Amankan Investasi Rp342,8 Miliar untuk Jargas dan Regasifikasi