PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino. Gubernur Pramono Anung menyatakan, strategi ini difokuskan pada dua sektor vital: ketahanan pangan dan energi, guna mencegah gangguan pasokan di ibu kota. Langkah-langkah tersebut melibatkan kerja sama dengan daerah penghasil pangan, penambahan impor, serta koordinasi ketat untuk distribusi bahan bakar.
Strategi Jaga Pasokan Pangan dari Daerah
Menyadari ketergantungan Jakarta pada pasokan dari luar, Pemprov DKI memperkuat kolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah produsen pangan. Kerja sama ini dirancang untuk memastikan aliran komoditas seperti beras tetap lancar meski di tengah ancaman kemarau panjang.
Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmen tersebut. “Untuk beras dan kebutuhan lainnya, kami sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan pasokan, Jakarta juga bersiap memberikan dukungan langsung ke daerah mitra jika diperlukan. Dukungan ini bertujuan melindungi hasil panen dari ancaman kekeringan.
“Jika El Nino berdampak pada daerah tersebut, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan bantuan, salah satunya pompa air,” ungkap Pramono.
Antisipasi Ketersediaan Daging dan Sektor Energi
Di komoditas protein hewani, upaya dilakukan dengan mempercepat realisasi impor sapi. Melalui Perumda Dharma Jaya, kuota impor sapi dari Australia yang telah disetujui sebanyak 7.500 ekor sedang diproses. Hingga saat ini, sekitar 3.000 ekor telah tiba di Jakarta.
Pramono mendorong percepatan kedatangan sisa kuota untuk membangun buffer stock yang aman. “Saya izinkan untuk segera dimasukkan. Lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada masih menunggu di luar,” tegasnya.
Sementara untuk sektor energi, perhatian difokuskan pada distribusi LPG 3 kilogram. Meski kewenangan kebijakan BBM ada di pemerintah pusat, Pemprov DKI berupaya proaktif memantau dan mengkoordinasikan distribusi ke tingkat pengecer, guna mencegah kelangkaan yang bisa merepotkan warga.
Imbauan Gunakan Transportasi Umum
Di luar aspek logistik, Pemerintah Provinsi juga mengimbau publik untuk berperan aktif. Masyarakat Jakarta didorong untuk lebih memanfaatkan transportasi umum dalam mobilitas sehari-hari. Imbauan ini bukan tanpa alasan.
Pramono menyebut bahwa tingkat konektivitas jaringan transportasi publik di Jakarta telah mencapai 93 persen. Pergeseran moda transportasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada efisiensi energi secara lebih luas, sejalan dengan upaya mitigasi menghadapi El Nino.
Artikel Terkait
Hakim: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Bukan Operasi Intelijen TNI, Murni Motif Pribadi
75.266 Desa Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
Brasil, Maroko, Skotlandia, dan Haiti Bersaing di Grup C Piala Dunia 2026
Amnesty Desak Indonesia Ambil Langkah Tegas soal Dugaan Pembersihan Etnis di Tepi Barat