423 Tenaga Pendukung Haji Jalani Pembekalan Jelang Kedatangan Kloter Pertama

- Minggu, 19 April 2026 | 21:50 WIB
423 Tenaga Pendukung Haji Jalani Pembekalan Jelang Kedatangan Kloter Pertama

PARADAPOS.COM - Persiapan layanan haji Indonesia di Arab Saudi memasuki tahap krusial jelang kedatangan kloter pertama pada 22 April 2026. Untuk memastikan kelancaran operasional, sebanyak 423 tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menjalani pembekalan khusus. Mereka akan bertugas sebagai ujung tombak pelayanan, terutama di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan bandara, guna menyambut dan mendampingi ratusan ribu jemaah.

Peran Krusial Tenaga Pendukung di Lapangan

Kelompok yang terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa ini bukan sekadar tambahan personel. Mereka memegang peran strategis karena akan menjadi wajah pertama yang dijumpai jemaah sejak tiba di bandara. Tugas mereka meliputi proses penyambutan, pendampingan di sektor pemondokan, hingga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia. Interaksi langsung ini menuntut sikap yang sigap, ramah, dan solutif.

Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan pentingnya kontribusi mereka dalam kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan karena mereka langsung bersentuhan dengan jemaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan," jelasnya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/4).

Bimbingan Teknis sebagai Bekal Utama

Menyadari kompleksitas tugas di lapangan, otoritas penyelenggara haji telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) yang komprehensif bagi para tenaga pendukung. Bimtek ini dirancang untuk memantapkan pemahaman mereka tentang prosedur operasional standar, manajemen kerumunan, hingga penanganan situasi khusus yang mungkin terjadi di tengah padatnya arus jemaah.

Dengan pembekalan ini, diharapkan setiap petugas tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi juga mampu menjadi pendamping yang empatik bagi jemaah yang sedang menjalankan rukun Islam kelima. Persiapan yang matang ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan spiritual warga Indonesia di Tanah Suci.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar