PARADAPOS.COM - Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta mengungkap bahwa jumlah korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Jogja, telah mencapai 53 anak. Penggerebekan dilakukan pada Jumat (24/4) setelah laporan masuk mengenai perlakuan tidak manusiawi terhadap balita yang dititipkan. Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengkonfirmasi data tersebut berdasarkan temuan di lapangan, dan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses penyelidikan yang berjalan.
Korban Capai 53 Anak, Potensi Bertambah
Data yang dihimpun penyidik menunjukkan angka yang cukup mencengangkan. Dari total anak yang dititipkan, sebanyak 53 orang diduga menjadi korban tindak kekerasan. "Kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 53 orang. By data ya," ujar Kompol Riski Adrian saat memberikan keterangan, Sabtu (25/4/2026).
Penyidik masih terus melakukan pendalaman. Riski Adrian menegaskan bahwa proses penyelidikan belum berakhir. Ia menyebut kemungkinan jumlah korban bisa bertambah jika ditemukan bukti-bukti baru. "Pasti kalau memang ada pengembangan di kasus ini pasti kita kejar," jelasnya.
Kondisi Anak saat Penggerebekan
Penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (24/4) memberikan gambaran langsung mengenai situasi di dalam daycare. Petugas kepolisian yang masuk ke lokasi menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak diperlakukan oleh pengasuh. Suasana di tempat itu disebut cukup mencekam.
Menurut keterangan Kompol Riski Adrian, saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan sejumlah anak dalam kondisi terikat. Beberapa di antaranya diikat pada bagian kaki dan tangan. "Karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya jelaskan," tuturnya.
Rata-rata korban berusia di bawah dua tahun. Balita seusia itu tentu sangat rentan terhadap perlakuan kasar. Saat ini, kondisi anak-anak yang menjadi korban sudah mendapatkan penanganan medis. "Ya, tadi alhamdulillah yang awal saya sampaikan tadi ada yang orang tua baru ngeh kejadian ini yang luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit," lanjutnya.
Polisi masih mendalami motif dan pola kekerasan yang terjadi di daycare tersebut. Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terdata. Orang tua yang menitipkan anak di tempat itu diimbau untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda kekerasan pada buah hati mereka.
Artikel Terkait
Sahroni Desak Polda DIY Usut Tuntas Penganiayaan Anak di Day Care Little Aresha
Presiden Trump Dievakuasi Mendadak dari White House Correspondents’ Dinner Usai Suara Dentuman
Pemprov DKI Siapkan Pajak Kendaraan Listrik, Anggota DPRD Minta Proporsional
Penembakan di Jamuan Wartawan Gedung Putih, Trump dan Ibu Negara Dievakuasi, Tersangka Ditangkap