Calon Jemaah Haji Pacitan Dihimbau Beri Tanda Khusus pada Koper untuk Hindari Tertukar di Tanah Suci

- Minggu, 26 April 2026 | 09:50 WIB
Calon Jemaah Haji Pacitan Dihimbau Beri Tanda Khusus pada Koper untuk Hindari Tertukar di Tanah Suci
PARADAPOS.COM - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, memberikan kelonggaran kepada calon jemaah haji untuk menandai koper bagasi mereka dengan berbagai aksesori. Kebijakan ini diambil untuk memudahkan identifikasi barang bawaan di tengah proses distribusi massal di Tanah Suci. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Pacitan, Marjuni, menyatakan bahwa inisiatif ini sepenuhnya berasal dari para jemaah. “Tidak ada imbauan khusus, tetapi itu inisiatif jemaah untuk memudahkan mengenali koper saat di Tanah Suci,” jelasnya pada Minggu, 26 April 2026. Menurut Marjuni, penambahan tanda seperti boneka kecil, kain, atau pita diperbolehkan selama tidak menutupi identitas resmi yang telah dipasang oleh petugas. Ia menekankan bahwa penanda tersebut akan sangat membantu jemaah saat pengambilan koper di hotel, mengingat proses distribusi dilakukan secara massal dan bisa membingungkan. “Kalau sudah diberi tanda sejak dari tanah air, akan lebih mudah saat pengambilan koper di hotel masing-masing,” ujarnya. Proses pengumpulan koper bagasi untuk 274 calon jemaah haji asal Pacitan telah dimulai sejak Minggu pagi. Suasana di lokasi pengumpulan tampak sibuk, dengan sebagian besar koper telah dihias menggunakan berbagai macam penanda. Mulai dari boneka kecil yang diikatkan di gagang, potongan kain warna-warni, hingga pita besar yang mencolok, semua dilakukan agar koper mudah dikenali saat tiba di embarkasi maupun hotel di Arab Saudi. Batas Berat dan Edukasi Jemaah Marjuni juga menegaskan bahwa batas maksimal berat koper bagasi adalah 32 kilogram. Seluruh koper ditimbang satu per satu sebelum dikirim ke embarkasi untuk memastikan tidak ada yang melampaui ketentuan. “Kalau melebihi 32 kilogram harus dikurangi. Jemaah kami edukasi untuk menyesuaikan isi koper agar tidak melampaui batas,” ungkapnya. Ia memastikan hingga saat ini seluruh koper jemaah masih dalam batas yang diperbolehkan. Proses penimbangan dan pengecekan berjalan lancar tanpa kendala berarti, menandakan kesiapan para calon jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar