Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 34 Sekolah di Jawa Tengah, Dorong Digitalisasi Pembelajaran

- Minggu, 26 April 2026 | 10:25 WIB
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 34 Sekolah di Jawa Tengah, Dorong Digitalisasi Pembelajaran
PARADAPOS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan 34 satuan pendidikan hasil revitalisasi di Jawa Tengah pada Minggu, 26 April 2026. Program ini mencakup 30 sekolah di Kabupaten Banyumas dan 4 sekolah di Kabupaten Cilacap, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan sekaligus mendorong digitalisasi pembelajaran. Pemerintah Kabupaten Banyumas menyambut baik langkah ini. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menilai revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.

Revitalisasi Sekolah dan Harapan Pemerintah Daerah

Menurut Sadewo, program revitalisasi turut mendorong layanan pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan pendidikan. “Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting, tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 April 2026. Sadewo menambahkan bahwa Pemkab Banyumas terus mendorong berbagai program pendidikan, seperti “Pasti Sekolah” yang bertujuan memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan bus sekolah gratis guna memudahkan akses bagi guru dan siswa. Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. “Kami berharap sinergi ini terus diperkuat untuk mencetak generasi unggul di Banyumas,” jelasnya.

Komitmen Pemerintah Pusat: Digitalisasi dan Perluasan Program

Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran akan terus dilanjutkan serta diperluas pada 2026. Program ini menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Selain revitalisasi dan digitalisasi, kami juga memperluas Program Indonesia Pintar bagi anak usia PAUD/TK, dengan menjangkau lebih dari 880 ribu anak,” ungkapnya. Ia menambahkan, pemerintah juga meningkatkan dukungan bagi tenaga pendidik, termasuk kenaikan insentif guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Insentif tersebut disalurkan langsung ke rekening penerima.

Penguatan Karakter dan Fasilitas Belajar

Dalam penguatan karakter siswa, Kemendikdasmen turut mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penerapan budaya sekolah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). “Kami ingin sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman, sekaligus rumah kedua bagi siswa,” tuturnya. Dari total sekolah yang diresmikan, terdiri atas 6 PAUD, 6 SD, 7 SMP, 3 SMA, dan 8 SMK di Banyumas, serta 4 satuan pendidikan di Cilacap. Pada 2025, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan 1.633 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai jenjang pendidikan di Banyumas sebagai bagian dari upaya digitalisasi pembelajaran.

Harapan untuk Generasi Mendatang

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global. Revitalisasi ini menjadi langkah konkret untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, sekaligus memperkuat fondasi pendidikan nasional.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar