PARADAPOS.COM - Memasuki hari keenam operasional haji 1447 H/2026 M, sebanyak 28.274 jemaah dari 72 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan ke Tanah Suci per 26 April 2026. Terobosan utama tahun ini adalah optimalisasi layanan "fast track" yang menjangkau lebih dari 125 ribu jemaah, memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia.
Layanan Fast Track Percepat Kedatangan Jemaah
Layanan "fast track" atau Makkah Route ini menjadi angin segar bagi para jemaah, terutama lansia dan kelompok rentan. Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang di bandara Jeddah atau Madinah. Mereka bisa langsung menuju hotel setelah tiba di Tanah Suci.
“Layanan "fast track" ini secara nyata mempercepat proses kedatangan jemaah di Tanah Suci. Jemaah bisa langsung menuju hotel tanpa harus melalui antrean panjang imigrasi, sehingga lebih nyaman, terutama bagi lansia dan kelompok rentan,” jelas Juru Bicara Kementerian Haji (Kemenhaj), Maria Assegaff, Senin, 27 April 2026.
Layanan ini tersedia di empat bandara: Soekarno-Hatta, Adisoemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Penambahan Makassar dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan ke kawasan timur Indonesia.
Kesiapan Transportasi dan Layanan di Embarkasi
Pemerintah juga memastikan kesiapan armada udara. Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, yang sudah berpengalaman dalam penerbangan haji, kembali dipercaya mengangkut para jemaah.
“Sejak di embarkasi, kami pastikan jemaah mendapatkan layanan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian dokumen, hingga akomodasi dan konsumsi yang memadai agar jemaah siap berangkat dalam kondisi prima,” ungkap Maria.
Di embarkasi, setiap jemaah menjalani serangkaian prosedur. Pemeriksaan kesehatan menjadi agenda wajib. Mereka juga menerima dokumen penting seperti paspor, "living cost" sebesar 750 riyal Arab Saudi, gelang identitas, dan kartu Nusuk. Akomodasi dan konsumsi pun disiapkan untuk menjaga kondisi fisik jemaah tetap prima menjelang penerbangan.
Imbauan dan Prinsip Inklusif Penyelenggaraan Haji
Kemenhaj mengimbau para jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan selama di Tanah Suci. Dokumen penting seperti paspor dan kartu identitas harus disimpan dengan aman. Mengikuti arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci kelancaran ibadah.
Penyelenggaraan haji tahun ini mengusung prinsip Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Ini menjadi bagian dari penguatan layanan inklusif yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
321 Pemda Tak Jalankan Enam Langkah Konkret Pengendalian Inflasi, Kemendagri Beri Peringatan
WNA Tertangkap CCTV Ambil Uang Donasi di Pura Goa Gajah, Polisi Selidiki
Polri Raih Juara Umum Kejuaraan Taekwondo Dunia di Jepang dengan 14 Medali Emas
Pajak Kendaraan Roda Empat Dominasi Penerimaan Daerah Sultra, Kepatuhan Capai 27 Persen Lebih Tinggi dari Motor