PARADAPOS.COM - Kepolisian Daerah Sumatra Selatan (Polda Sumsel) menggelar Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 pada Kamis, 11 Juni 2026, di Markas Polda Sumsel, Palembang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya peredaran senjata api ilegal yang dinilai mengancam keselamatan dan keamanan warga. Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa setiap senjata api ilegal yang beredar memiliki potensi besar memicu tindak pidana hingga konflik sosial. Sepanjang tahun 2025, Polda Sumsel tercatat mengungkap 41 kasus dan mengamankan 302 senjata api rakitan berbagai jenis, menandakan bahwa persoalan ini masih menjadi tantangan serius.
Ancaman Nyata di Balik Senjata Ilegal
Keberadaan senjata api ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum. Kapolda Sumsel dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026, menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak luas yang ditimbulkan.
“Di balik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat, mempunyai potensi yang cukup besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat,” kata Sandi Nugroho.
Menurutnya, penanggulangan senjata api ilegal tidak bisa dipandang semata-mata sebagai tugas penegakan hukum. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari tanggung jawab Polri dalam melindungi kehidupan masyarakat. Peredaran barang berbahaya ini, lanjutnya, berpotensi memicu tindak pidana dan konflik sosial yang dapat membahayakan banyak pihak.
Pematangan Personel Melalui Latihan Pra-Operasi
Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 digelar sebagai langkah pematangan kesiapan personel. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, termasuk Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Dir Samapta, Dansat Brimob, Kabid TIK, Kabid Propam, Kabid Humas, dan Kabid Labfor. Para Kapolres jajaran Polda Sumsel turut serta secara daring.
Pembukaan latihan dilakukan langsung oleh Kapolda. Ia menekankan bahwa untuk mengatasi ancaman senjata api ilegal, diperlukan operasi yang disiapkan secara matang, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukan operasi yang disiapkan secara matang, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” ujar jenderal polisi bintang dua itu.
Operasi Senpi Musi 2026: Wujud Kehadiran Negara
Kapolda menjelaskan bahwa Operasi Senpi Musi Tahun 2026 merupakan wujud nyata kehadiran Polri. Operasi ini dirancang untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat dari ancaman senjata api ilegal.
“Operasi Senpi Musi Tahun 2026 ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat dari ancaman senjata api ilegal,” ungkap Sandi.
Ia menambahkan, operasi ini juga bertujuan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Dengan demikian, aktivitas pemerintah, pembangunan, dan kehidupan warga dapat berjalan tanpa gangguan.
Profesionalisme dan Integritas di Lapangan
Dalam pelaksanaannya, Kapolda menegaskan bahwa operasi harus berjalan secara profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel, tetapi juga kesiapan, kemampuan, kepekaan, dan kreativitas anggota di lapangan.
Sumatra Selatan, menurut Kapolda, memiliki tingkat kerawanan senjata api ilegal yang cukup tinggi. Kondisi ini menuntut jajaran Polda Sumsel dan Polres untuk mampu memetakan target operasi secara tepat, menindaklanjuti informasi dengan cepat, serta memperkuat koordinasi antar fungsi.
“Jaga integritas, hindari penyalahgunaan wewenang, dan tidak memberikan informasi operasi kepada pihak yang tidak berkepentingan,” tegas Kapolda.
Komitmen untuk Bumi Sriwijaya yang Aman
Kapolda memaparkan sejumlah peristiwa menonjol terkait penggunaan senjata api ilegal di wilayah Sumsel. Peristiwa-peristiwa ini, tuturnya, menjadi pengingat bahwa penanganan senpi ilegal harus dilakukan secara serius. Bukan hanya dalam konteks operasi, tetapi juga sebagai tindak lanjut untuk menjamin rasa aman masyarakat.
Ia meminta seluruh personel mengikuti rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh. Penguasaan materi, sinergi antar fungsi, solidaritas, integritas, serta kerahasiaan informasi operasi menjadi poin-poin yang ditekankan.
“Tanamkan semangat Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik, yaitu hadir dengan cepat, tepat, humanis, dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan masyarakat di Sumatra Selatan,” ucap Kapolda.
Dengan dimulainya Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ruang bagi peredaran senjata api ilegal. Upaya ini tidak hanya menindak pelaku kejahatan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan rasa aman di seluruh wilayah Sumsel.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Golkar Bantah Bahlil Maju Capres 2029, Idrus Marham Sebut Fokus Partai Dukung Pemerintahan Prabowo
Dua Film Pendek Indonesia Tembus EuroAsia Shorts 2026, Satu di Antaranya Berstatus Oscar-Qualifying
Pemerintah Lamongan Lepas Ekspor Ratusan Ton Produk UMKM ke Pasar Asia dan Amerika
210 Hektare Lahan di Indramayu Dijadikan Percontohan Program Penanaman Kedelai Nasional