IHSG Turun Lebih dari 1%, Pasar Global Waspada Imbas Ketegangan AS-Israel-Iran

- Senin, 02 Maret 2026 | 03:25 WIB
IHSG Turun Lebih dari 1%, Pasar Global Waspada Imbas Ketegangan AS-Israel-Iran

PARADAPOS.COM - Ketegangan geopolitik yang meningkat antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu respons hati-hati di pasar keuangan global pada Senin (2/3/2026). Sentimen investor berubah menjadi lebih defensif, yang tercermin dari koreksi sejumlah indeks saham utama di Asia, termasuk IHSG yang melemah lebih dari 1% di awal perdagangan. Analis pasar menyarankan investor untuk bersikap lebih waspada dan selektif dalam mengelola portofolio mereka di tengah ketidakpastian ini.

Pasar Bereaksi Terhadap Risiko Geopolitik

Gelombang kehati-hatian langsung terasa di berbagai bursa dunia. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat melemah 1,55%, sementara indeks Shanghai Composite di China turun 0,46%. Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka terkoreksi tajam. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana sentimen risiko yang tiba-tiba berubah dapat dengan cepat mempengaruhi aliran modal global.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, mengonfirmasi bahwa dinamika geopolitik kini menjadi penggerak utama pasar. "Pasar memasuki pekan ini dengan risiko geopolitik sebagai driver utama," ungkapnya dalam riset harian.

Saran Utama: Wait and See dan Pengurangan Risiko

Menyikapi kondisi tersebut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan pendekatan yang lebih konservatif. Liza menilai pasar saham dan mata uang dengan volatilitas tinggi akan sangat rentan terhadap gejolak, terutama seiring pengamatan pasar terhadap potensi dampak konflik pada jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz.

Oleh karena itu, meski sektor energi dan logam mulia sering dianggap sebagai lindung nilai, saran utama adalah mengurangi eksposur terhadap aset berisiko untuk sementara waktu. "Menanggapi perkembangan terakhir, tensi geopolitik yang makin memanas dan sepertinya belum akan reda dalam waktu dekat, Kiwoom menyarankan untuk mengurangi posisi portofolio dan perbanyak sikap wait and see untuk sementara waktu," jelas Liza.

Peluang di Tengah Turbulensi

Namun, di balik suasana risk-off, analis masih melihat adanya peluang tertentu, meski dengan tingkat spekulasi yang lebih tinggi. Kiwoom mengingatkan bahwa pada periode konflik geopolitik sebelumnya, seperti perang Rusia-Ukraina 2022, kenaikan harga komoditas sempat menguntungkan pasar saham Indonesia.

Dengan catatan untuk menerapkan disiplin manajemen keuangan yang ketat, beberapa saham berbasis komoditas masih bisa dilirik. "Walau berspekulatif tinggi, potensi trading saham-saham berbasis komoditas terdampak perang, seperti energi dan emas mungkin bisa dilirik, dengan mengedepankan disiplin manajemen keuangan yang ketat," tegas Liza.

Kiwoom memberikan rekomendasi spesifik untuk saham-saham seperti AKRA, ESSA, MEDC, dan TINS dengan target harga tertentu.

Analisis dari Perspektif Lain: Dampak Dua Arah

Pandangan serupa namun dengan penekanan berbeda datang dari OCBC Sekuritas. Mereka memprediksi pelemahan IHSG dalam jangka pendek akibat tekanan dari arus keluar modal asing dan volatilitas nilai tukar Rupiah.

Analis OCBC melihat implikasi ketegangan ini bersifat dua arah. Di satu sisi, guncangan harga minyak berisiko memicu inflasi dan volatilitas yang mendorong aksi jual. Di sisi lain, koreksi di pasar saham domestik justru membuka peluang penguatan di sektor-sektor tertentu yang diuntungkan dari kenaikan harga komoditas.

"Kinerja saham sektoral kemungkinan akan bervariasi, dengan saham energi, pelayaran, dan berbasis emas berpotensi outperform di tengah kenaikan harga komoditas dan lonjakan tarif angkutan. Sementara sektor lain berisiko tertinggal," papar tim analis OCBC dalam riset mereka.

Rekomendasi Portofolio di Masa Ketidakpastian

Berdasarkan analisis itu, OCBC Sekuritas menyarankan dua strategi. Pertama, mengakumulasi saham dengan fundamental solid dan tahan banting, seperti saham perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) atau konsumsi (AMRT, ICBP). Kedua, mencari peluang taktis di sektor yang diuntungkan situasi, seperti emas (ANTM, ARCI, MDKA), energi (MEDC, ENERG, RAJA), pelayaran (BULL, SOCI), serta saham dengan eksposur pada permintaan domestik dan pertambangan logam.

Rekomendasi ini menggarisbawahi bahwa meski suasana pasar sedang risk-off, selalu ada ruang untuk berinvestasi. Kuncinya terletak pada selektivitas yang tinggi, pemahaman mendalam terhadap dinamika sektoral, dan pengelolaan risiko yang disiplin.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar