PARADAPOS.COM - Penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat tren positif pada awal tahun 2026, dengan kendaraan roda empat menjadi penyumbang utama pendapatan daerah. Data dari Samsat Sulawesi Tenggara mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan pembayaran pajak pemilik kendaraan roda empat mencapai sekitar 27 persen lebih tinggi dibandingkan kendaraan roda dua. Kepala UPTB Samsat Sultra, Elly Fitriaty, menyampaikan hal ini pada Senin, 27 April 2026, seraya menekankan bahwa kondisi ini turut memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) untuk mendukung program pembangunan.
Kontribusi Dominan Kendaraan Roda Empat
Berdasarkan data yang dihimpun, wajib pajak kendaraan roda empat menjadi andalan utama dalam realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor di wilayah tersebut. Selain nilai pajak yang lebih tinggi, tingkat kepatuhan dari pemilik kendaraan roda empat dinilai lebih baik. Hal ini menjadi faktor kunci yang mendorong peningkatan pendapatan daerah.
“Tingkat kepatuhan pembayaran pajak roda empat lebih tinggi dibanding roda dua, selisihnya kurang lebih mencapai 27 persen,” ujar Elly di kantornya.
Meskipun demikian, jumlah kendaraan roda dua yang lebih banyak belum diimbangi dengan kepatuhan pembayaran yang optimal. Elly menyoroti bahwa kesadaran wajib pajak masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
Upaya Optimalisasi Penerimaan Pajak
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengambil berbagai langkah untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu prioritas, terutama untuk menjangkau pemilik kendaraan roda dua. Selain itu, pemberian insentif dan pemanfaatan layanan digital juga digencarkan guna mempermudah proses pembayaran.
Di lapangan, petugas Samsat kerap menemui kendala berupa rendahnya kesadaran sebagian wajib pajak. Namun, dengan adanya kemudahan akses melalui platform digital, diharapkan angka kepatuhan bisa meningkat secara bertahap.
Target Ke Depan
Ke depannya, pemerintah menargetkan peningkatan kepatuhan wajib pajak secara menyeluruh. Hal ini penting agar penerimaan daerah dapat terus optimal dan berkelanjutan. Dengan begitu, berbagai program pembangunan di Sulawesi Tenggara bisa berjalan lancar tanpa hambatan pendanaan.
Elly menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan. “Kami terus berupaya mendekatkan layanan kepada wajib pajak, terutama di daerah-daerah terpencil,” jelasnya.
Di tengah optimisme ini, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Peningkatan kesadaran pemilik kendaraan roda dua menjadi fokus utama, mengingat jumlahnya yang mendominasi jalanan di Sulawesi Tenggara.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jumlah Pasangan Jalani Bayi Tabung di Indonesia Melonjak Jadi 36 Ribu pada 2024
Zimbabwe Pelajari Model Hilirisasi Nikel di IMIP Morowali untuk Perkuat Industri Baja Nasional
Dua Wilayah di Banyumas Ajukan Bantuan Air Bersih, BPBD Lakukan Survei Sebelum Distribusi
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Tiket Mulai Rp40.000 dengan Akses Gratis untuk Anak dan Lansia