PARADAPOS.COM - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mira Sumirat, menyambut gembira penunjukan aktivis buruh Mohammad Jumhur Hidayat sebagai calon Menteri Lingkungan Hidup (LKH) yang baru. Jumhur akan menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang telah dialihkan ke posisi Wakil Menteri Koordinator Pangan dalam reshuffle kabinet terbaru. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 April 2026, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Reaksi dari Kalangan Serikat Pekerja
Suasana haru dan bangga terasa saat Mira Sumirat memberikan tanggapannya. Ia mengaku tidak menyangka bahwa rekannya sesama aktivis buruh kini akan duduk di kursi strategis pemerintahan. “Tentu bangga, senang gitu ya. Jika ada kawan sejawat, aktivis Serikat Pekerja, Serikat Buruh yang masuk kabinet. Apalagi sekelas menteri, pastinya saya, kami bangga, kami senang, kami bahagia lah,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Harapan untuk Menteri Baru
Mira menambahkan, ia berharap Jumhur mampu menjalankan tugas dengan baik dan membawa visi yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo. “Semoga bisa membawa kemajuan, visi-visi yang seiring sejalan dengan Presiden dan tentu memiliki fondasi yang kuat yaitu terkait dengan konstitusi UU 1945 dan juga keberpihakan terhadap rakyat,” tuturnya.
Lebih dari sekadar simbol, Mira menekankan bahwa kehadiran Jumhur di kabinet merupakan langkah maju bagi representasi buruh. Menurutnya, perwakilan pekerja tidak lagi hanya dipandang sebagai faktor alat produksi, melainkan ikut terlibat langsung dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional.
Isu Lingkungan dan Kesejahteraan Buruh
Mira menyoroti keterkaitan erat antara sektor industri dan isu lingkungan. Ia menilai, masalah limbah produksi yang kerap merusak lingkungan di Indonesia membutuhkan penanganan serius. Dengan masuknya Jumhur ke pemerintahan, ia dinilai mampu mengambil keputusan yang mendukung perbaikan masalah ini. “Dan juga bisa menentukan arah kebijakan, terutama untuk kepentingan para pekerja dan juga pengusaha,” jelasnya.
Tak hanya soal lingkungan, harapan terbesar dari kalangan serikat buruh adalah agar Jumhur juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesejahteraan para pekerja. Langkah ini dianggap sebagai momentum penting untuk menyeimbangkan kepentingan industri, kelestarian alam, dan hak-hak buruh di Indonesia.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk WNA di Ancol, 321 Cartridge Vape Berisi Narkotika Jenis Baru Diamankan
Presiden Prabowo Lantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Bakom, Kini Pimpin Badan Komunikasi Pemerintah dengan Harta Rp261 Miliar
Polisi Dalami Jaringan Sindikat Narkoba di Balik Kasus Penyekapan Anak oleh WNA di Ancol
Tourism Malaysia Gelar Sales Mission di Jakarta, Perkuat Promosi Visit Malaysia 2026 ke Pasar Indonesia