PARADAPOS.COM - Jakarta, 27 April 2026 – Indonesia resmi memulai langkah konkret mengejar ketertinggalan di sektor manufaktur teknologi tinggi melalui kolaborasi internasional yang melibatkan empat pihak. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, antara President University, National Taiwan Normal University (NTNU), Intel Corporation, dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Kesepakatan ini memposisikan President University sebagai mitra utama NTNU dalam menjembatani kesenjangan talenta di industri semikonduktor dalam negeri.
Lokasi Strategis di Kawasan Industri Terbesar
Pemilihan President University sebagai mitra utama bukan tanpa alasan. Chairman of The Board of Trustee President University, S.D. Darmono, mengungkapkan bahwa lokasi kampus di Cikarang menjadi faktor penentu. Kawasan ini merupakan pusat industri terbesar di Asia Tenggara, menaungi ribuan pabrik dari 36 negara.
"Supaya Indonesia bisa menyusul ketinggalannya dalam manufaktur semikonduktor yang akan dimulai dulu dengan tentunya di bidang pendidikan agar supaya siap dengan sumber daya manusianya," jelas Darmono di lokasi penandatanganan, Senin, 27 April 2026.
Kurikulum Taiwan Diuji Coba di Indonesia
Dalam skema kerja sama ini, kurikulum pendidikan semikonduktor yang telah dikembangkan di Taiwan akan diujicobakan atau dipiloting di Indonesia. Darmono menambahkan bahwa sejauh ini tercatat sebanyak 1.041 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program pendidikan bersama NTNU.
Pemerintah secara khusus menekankan agar kolaborasi ini berfokus pada bidang desain chip. Penguasaan sektor desain dinilai krusial karena menjadi ujung tombak pengembangan teknologi yang membawa Hak Kekayaan Intelektual, sekaligus mampu menyerap tenaga kerja ahli.
Pemilihan NTNU sebagai mitra didasarkan pada reputasinya sebagai universitas peringkat pertama di Taiwan untuk bidang semikonduktor. Darmono menuturkan bahwa NTNU mendapat dukungan penuh dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen semikonduktor terbesar di dunia.
Peran Intel dalam Pemutakhiran Kurikulum
Direktur Hubungan Pemerintah Intel Malaysia dan Asia Tenggara, Datin Anna Amalina Imam Baweh, menegaskan bahwa kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pemutakhiran kurikulum pendidikan teknologi yang mengacu pada standar global Intel.
Anna menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya mencakup aspek desain semikonduktor, tetapi juga difokuskan pada pembangunan produk akhir. Langkah ini diambil untuk memastikan para pelajar dan tenaga kerja di Indonesia memiliki kemahiran serta pengetahuan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, termasuk penguasaan teknologi chip desain.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan meneliti dan mengevaluasi kurikulum semikonduktor yang dapat diintegrasikan ke institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, Intel juga berkomitmen membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dalam menghasilkan produk-produk teknologi maju.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kecelakaan KRL dan Kereta Argo Bromo di Bekasi, 38 Penumpang Dievakuasi ke Rumah Sakit
Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Rp57,2 Miliar di Tol Lubuk Pakam, Sabu Dikemas Mirip Durian Beku
240 Penumpang Kereta Argo Bromo Anggrek Selamat Usai Tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur
Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Tiga Tewas dan Puluhan Luka