PARADAPOS.COM - Seorang perempuan bernama Endang Kuswati, warga Cibitung, Kabupaten Bekasi, menjadi korban dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Ia terjepit di antara badan kereta selama hampir sepuluh jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa pagi sekitar pukul tujuh. Peristiwa ini menyita perhatian karena proses penyelamatan yang berlangsung lambat akibat kondisi korban yang berada di posisi paling belakang.
Kronologi Kejadian dan Proses Evakuasi
Endang baru saja pulang kerja dari kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, saat kecelakaan terjadi. Ia diketahui terjebak di dalam KRL jurusan Cikarang dengan nomor PLB 5568A. Keluarga mulai khawatir setelah Endang mengirimkan kabar pada pukul sepuluh malam, memberi tahu bahwa dirinya sedang dalam situasi darurat.
Iqbal, sepupu Endang, langsung bergegas menuju Stasiun Bekasi Timur. Ia tiba di lokasi pada Selasa dini hari sekitar pukul dua. Saat itu, ia berhasil mendapatkan foto dari dalam kereta yang memperlihatkan kondisi para korban. Mereka tampak lemas, kekurangan oksigen, dan berdesakan di antara puing-puing.
“Jadi dari jam 9 malam itu baru selesai proses evakuasi sekitar jam 6 sampai jam 7 (pagi), itu karena posisi kakak saya itu agak paling belakang karena menunggu dari yang sebelum-sebelumnya untuk dievakuasi gitu,” ungkap Iqbal kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Kondisi Korban Setelah Dievakuasi
Setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan, Endang langsung dilarikan ke RSUD Bekasi untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis saat ini tengah melakukan pemeriksaan rontgen guna mendeteksi kemungkinan adanya patah tulang akibat tekanan yang dialami selama terjepit.
“Korban lagi di-rontgen ya, karena kita masih belum ketahui penyakit yang diderita ya, karena ketika diangkat, badannya yang dialami itu bengkak-bengkak gitu karena udah kurang lebih 10 jam di balik reruntuhan ya,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan bahwa selama proses evakuasi, korban sempat diberikan oksigen karena kondisinya sudah sangat lemah. “Korban itu masih di dalam dalam kondisi lemas dan udah di dalam proses pemberian oksigen ya, karena di situ dia sudah posisinya udah dari jam 9 malam juga untuk terjepit begitu,” tuturnya.
Suasana di Lokasi Kejadian
Di sekitar Stasiun Bekasi Timur, suasana malam itu terasa mencekam. Petugas evakuasi bekerja dengan hati-hati, mengingat posisi korban yang sulit dijangkau. Keluarga yang menunggu di luar stasiun tampak gelisah, berharap proses penyelamatan segera rampung. Hingga pagi tiba, akhirnya Endang dan beberapa korban lainnya berhasil dikeluarkan satu per satu.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
14 Advokat Temukan Cacat Hukum pada SK Gubernur Kaltim yang Berlaku Surut
Pemkot Medan Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Digital SmartTax dan Qresto
Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Bertambah Jadi 15 Orang
Pelaporan SPT Tahunan 2025 Tembus 12,1 Juta, DJP Perpanjang Batas Waktu hingga 30 April 2026