Oditur Militer Gali Rantai Komando di Balik Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

- Kamis, 07 Mei 2026 | 20:25 WIB
Oditur Militer Gali Rantai Komando di Balik Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
PARADAPOS.COM - Sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (6/5/2026). Dalam persidangan tersebut, Oditur Militer secara intensif memeriksa lima orang saksi yang berasal dari jajaran Denma Bais TNI. Fokus utama pemeriksaan kali ini adalah mengungkap siapa dalang di balik aksi brutal yang menimpa Andrie Yunus.

Oditur Mendalami Rantai Komando

Suasana sidang berlangsung tegang saat oditur melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada para saksi. Oditur tidak hanya sekadar menggali fakta teknis di lapangan, tetapi juga mencoba menelusuri alur komando yang mungkin melibatkan pihak-pihak di luar eksekutor langsung. "Siapa yang memimpin dan mengarahkan, oke nanti ke sini saja, ke situ saja. Itu maksud saya. Ditanyakan nggak pada saat pendalaman? Karena menurut logika berpikir sebagai seorang militer pasti pangkat tertinggi yang akan mengatur, tidak mungkin seorang bawahan memerintahkan atasan," ujar oditur militer di hadapan majelis hakim. Pertanyaan ini menjadi sorotan karena menyentuh hierarki internal di lingkungan militer. Oditur tampak berusaha membangun konstruksi perkara yang tidak hanya menjerat pelaku lapangan, tetapi juga aktor intelektual yang diduga berada di balik layar. Logika yang digunakan oditur cukup sederhana namun mendasar: dalam struktur militer yang ketat, mustahil seorang prajurit berpangkat rendah bergerak tanpa perintah dari atasan.

Lima Saksi Denma Bais Diperiksa Bergantian

Kelima saksi yang merupakan personel Denma Bais TNI diperiksa satu per satu. Mereka diminta memberikan keterangan terkait pengetahuan mereka mengenai peristiwa penyiraman air keras yang terjadi beberapa waktu lalu. Oditur menggali informasi mulai dari komunikasi internal, pergerakan personel, hingga kemungkinan adanya arahan khusus sebelum aksi tersebut dilakukan. Dari pantauan di ruang sidang, para saksi memberikan jawaban dengan hati-hati. Beberapa di antaranya tampak beberapa kali meminta klarifikasi atas pertanyaan oditur sebelum memberikan pernyataan. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya materi yang tengah dibahas dalam persidangan.

Menguak Tabir di Balik Penyiraman Air Keras

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aktivis hak asasi manusia dan oknum anggota TNI. Andrie Yunus, yang dikenal vokal dalam isu-isu kemanusiaan, menjadi korban penyiraman air keras di tengah aktivitasnya. Peristiwa ini memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Sidang kali ini menjadi momentum penting untuk mengungkap fakta yang selama ini mungkin tertutup. Oditur militer, dengan pendekatan investigatifnya, berupaya memastikan bahwa tidak ada satu pun pihak yang terlibat luput dari jerat hukum. Pertanyaan soal rantai komando yang dilontarkan oditur menjadi indikasi kuat bahwa pengadilan tidak hanya akan berhenti pada para eksekutor. Proses persidangan direncanakan masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Publik pun menanti apakah persidangan ini akan mampu membuka tabir keterlibatan pihak-pihak tertentu yang selama ini belum tersentuh.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar