Investasi Rp429 Miliar dari Korea Selatan Masuk KEK Batang, Serap 6.000 Tenaga Kerja

- Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB
Investasi Rp429 Miliar dari Korea Selatan Masuk KEK Batang, Serap 6.000 Tenaga Kerja
PARADAPOS.COM - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang resmi menarik investasi asing langsung dari Korea Selatan. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) antara pihak pengelola kawasan dengan PT Simone Batang Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur produk berbahan kulit yang berorientasi ekspor. Nilai investasi yang digelontorkan mencapai Rp429 miliar untuk pembangunan fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare, dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sekitar 6.000 orang. Acara penandatanganan berlangsung di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026, dihadiri oleh jajaran direksi kedua perusahaan.

Investasi Asing dan Dampaknya terhadap Industri Padat Karya

Masuknya investasi ini menjadi angin segar di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing industri manufaktur global. KEK Industropolis Batang terus diposisikan sebagai salah satu pusat industri padat karya berbasis ekspor. Kehadiran PT Simone Batang Indonesia dinilai mampu memperkuat rantai pasok internasional yang selama ini menjadi target utama pengembangan kawasan tersebut. Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyampaikan bahwa langkah ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia. Ia menekankan bahwa tren relokasi dan ekspansi perusahaan internasional ke dalam negeri semakin nyata. "Investasi ini menunjukkan Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor," ucap Indri dalam keterangan tertulisnya.

Profil Investor dan Strategi Ekspansi Global

PT Simone Batang Indonesia merupakan bagian dari perusahaan manufaktur global yang telah berdiri sejak 1987. Perusahaan ini memiliki jejak operasi di berbagai negara, termasuk Vietnam dan Kamboja. Dalam skala global, perusahaan menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel mencapai lebih dari USD 7 miliar. Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik, menyebut Indonesia sebagai lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang perusahaan. Ia menilai KEK Industropolis Batang menawarkan kombinasi keunggulan yang dibutuhkan, mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja. "Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia," tutur dia. "KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan, mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja," tambah Kim Jung Shik menjelaskan.

Jadwal Pembangunan dan Target Operasional

Pembangunan pabrik direncanakan dimulai dalam dua bulan ke depan. Target penyelesaian konstruksi dijadwalkan pada Juli 2026, dan pabrik diperkirakan mulai beroperasi secara bertahap pada Juli 2027. Selain memperluas basis produksi global, investasi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung melalui peningkatan ekspor serta penciptaan lapangan kerja dalam skala besar. Suasana di lokasi proyek nantinya diperkirakan akan ramai dengan aktivitas konstruksi, seiring persiapan lahan yang sudah dimatangkan oleh pengelola kawasan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar