Siswi Binus Serpong Diterima di Tujuh Universitas Top Dunia, Termasuk UCL dan Kyoto

- Senin, 11 Mei 2026 | 00:25 WIB
Siswi Binus Serpong Diterima di Tujuh Universitas Top Dunia, Termasuk UCL dan Kyoto
PARADAPOS.COM - Seorang siswi lulusan SMA Bina Nusantara (Binus) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, bernama Kalya, berhasil menembus seleksi masuk di tujuh perguruan tinggi terkemuka dunia untuk tahun ajaran 2026/2027. Pencapaian ini diumumkan secara resmi oleh pihak sekolah pada Senin, 11 Mei 2026, dan mencakup institusi bergengsi seperti University College London (UCL), King’s College London, The University of Edinburgh, Kyoto University, The Hong Kong Polytechnic University, The University of Hong Kong, serta Universitas Indonesia. Kisah Kalya menjadi sorotan karena tidak hanya menunjukkan keunggulan akademik, tetapi juga perjalanan pribadi yang penuh liku.

Inspirasi dari Senior dan Program Studi Banding

Semua berawal dari masa SMP. Kalya sering melihat kakak kelasnya membuka surat penerimaan dari kampus impian mereka. Momen itu, menurutnya, menjadi percikan pertama yang menyalakan ambisinya. “Semua berawal saat saya masuk SMP dan sering melihat senior yang membuka surat penerimaan kampus mereka. Dari situlah saya terinspirasi untuk bisa seperti mereka,” kata Kalya. Motivasinya semakin membara ketika ia terpilih sebagai delegasi dalam program studi banding Immersion pada 2025. Program itu membawanya mengunjungi sejumlah universitas terkemuka di Inggris. Pengalaman langsung melihat kampus-kampus megah dan atmosfer akademik di sana meninggalkan kesan mendalam. “Saya benar-benar bersemangat berada di sana dan sangat ingin bisa belajar di universitas-universitas itu,” lanjutnya.

Mimpi yang Menjadi Nyata dan Tantangan di Balik Layar

Bagi Kalya, penerimaan di tujuh universitas ini terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Ia menekankan bahwa pencapaian ini bukan sekadar soal jumlah, melainkan cerminan dari kualitas akademik dan karakter yang ia bangun selama bertahun-tahun. Di antara semua universitas yang menerimanya, University College London (UCL) menjadi salah satu yang paling memukau. UCL, yang secara konsisten menduduki posisi 10 besar dunia, dikenal sebagai tujuan studi paling kompetitif di Inggris. Sementara itu, Kyoto University—peringkat kedua terbaik di Jepang—menjadi bukti lain dari prestise yang diraihnya. Namun, perjalanan menuju gemilang ini tidaklah selalu mulus. Kalya mengakui bahwa ia pernah berada dalam fase ketakutan akan kegagalan. Rasa takut itu sempat membuatnya memilih untuk tidak banyak berpartisipasi dalam aktivitas sekolah. “Di kelas sepuluh, saya mulai keluar dari zona nyaman saya dan mulai mengambil lebih banyak kesempatan yang ada, seperti aktif di klub sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah dan berbagai hal lainnya. Dan dari situ saya menyadari bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang bisa dijadikan bahan refleksi dan pelajaran untuk masa depan,” ujar Kalya.

Apresiasi dari Kepala Sekolah

Menanggapi prestasi ini, Kepala Sekolah tingkat SMP/SMA Binus School Serpong, Corey Allison, menyampaikan pandangannya. Menurutnya, Kalya adalah cerminan bahwa setiap siswa memiliki potensi luar biasa yang perlu dirawat dengan pendidikan yang tepat. “Kalya telah membuktikan bahwa perpaduan antara kerja keras, dukungan sekolah, dan tekad yang kuat mampu membuka pintu menuju universitas terbaik di dunia,” ucap Corey. Hingga saat ini, baik Corey maupun Kalya belum merinci dari tujuh perguruan tinggi tersebut mana yang akan dipilih untuk melanjutkan studi. Keputusan itu tampaknya masih menjadi bahan pertimbangan matang bagi siswi yang telah membuktikan bahwa kerja keras dan keberanian menghadapi ketakutan bisa membawa hasil yang melampaui ekspektasi.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar