Iran Bebaskan Narges Mohammadi dengan Jaminan Demi Perawatan Medis

- Senin, 11 Mei 2026 | 23:50 WIB
Iran Bebaskan Narges Mohammadi dengan Jaminan Demi Perawatan Medis
PARADAPOS.COM - Otoritas Iran membebaskan peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi dengan jaminan pada akhir pekan lalu, menyusul kekhawatiran serius terhadap kondisi kesehatannya yang terus memburuk. Aktivis hak asasi manusia berusia 54 tahun itu kini telah dipindahkan dari rumah sakit di Zanjan ke Rumah Sakit Tehran Pars untuk menjalani perawatan intensif. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh yayasannya, pengacara, serta suaminya yang tinggal di Paris.

Penangguhan Hukuman demi Perawatan Medis

Proses pembebasan Mohammadi berlangsung setelah otoritas menyetujui penangguhan hukuman dengan jaminan yang besar. Yayasan yang menaunginya mengumumkan kabar tersebut melalui platform X, menyebut bahwa Mohammadi telah menjalani perawatan di rumah sakit Zanjan selama sepuluh hari sebelum akhirnya diberikan keringanan. “Peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi, setelah 10 hari dirawat di rumah sakit di Zanjan, telah diberikan penangguhan hukuman dengan jaminan yang besar,” demikian pernyataan resmi yayasan tersebut. Yayasan itu juga menambahkan bahwa proses evakuasi medis berjalan tanpa hambatan berarti. “Pemindahannya melalui ambulans telah selesai, dan dia sekarang berada di Rumah Sakit Tehran Pars untuk dirawat oleh tim medisnya sendiri,” lanjut pernyataan tersebut. Pengacara Mohammadi, Mostafa Nili, membenarkan bahwa kliennya telah dibebaskan dari Rumah Sakit Zanjan pada Minggu waktu setempat. Menurut Nili, keputusan ini diambil setelah otoritas menyetujui penangguhan hukuman khusus untuk memfasilitasi perawatan medis yang lebih memadai.

Konfirmasi dari Keluarga

Taghi Rahmani, suami Mohammadi yang kini menetap di Paris, turut memberikan konfirmasi serupa. Ia menyampaikan bahwa istrinya telah dipindahkan ke Rumah Sakit Pars di Teheran. Suara Rahmani terdengar lega, meskipun kekhawatiran akan masa depan istrinya masih membayangi. Narges Mohammadi bukanlah nama asing dalam perjuangan hak asasi manusia di Iran. Ia dikenal sebagai salah satu aktivis paling vokal dan berani di negeri itu. Sejak Mei 2015, ia ditangkap dan ditahan oleh otoritas keamanan Iran atas tuduhan mendirikan kelompok ilegal. Vonis demi vonis terus dijatuhkan, namun semangatnya tak pernah padam. Kondisi kesehatannya yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian publik internasional. Banyak pihak mendesak pemerintah Iran untuk memberikan akses medis yang layak. Kini, setidaknya untuk sementara, Mohammadi bisa bernapas lega di rumah sakit yang lebih lengkap. Namun, pertanyaan tentang masa depan hukumnya masih menggantung.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar