PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan kontribusi investasi yang sangat tinggi. Hal ini disampaikan dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJI IBF) 2026 yang digelar di Kota Semarang. Forum ini diharapkan menjadi jembatan bagi para pengusaha untuk bertemu dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa Tengah.
CJI IBF 2026: Wadah Strategis Percepatan Investasi
Gelaran CJI IBF 2026 resmi dibuka sebagai wadah strategis untuk mempercepat realisasi investasi di Jawa Tengah. Acara ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menghubungkan potensi daerah dengan para pemodal.
Todotua Pasaribu menekankan bahwa kontribusi investasi Jawa Tengah memang sangat signifikan. Ia kemudian memaparkan fokus pengembangan ke depan, yang meliputi hilirisasi industri, pengembangan energi hijau, serta perluasan kawasan industri dan logistik. Semua ini, menurutnya, bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang sehat bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
BI Dorong Promosi Investasi hingga ke Luar Negeri
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, turut memberikan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa komitmen untuk memajukan investasi tidak berhenti di dalam negeri.
"Selain menggelar pameran UMKM Grande dan CJI IBF 2026 di Semarang, BI juga berkomitmen mempromosikan potensi investasi Jateng hingga ke luar negeri melalui kantor perwakilan internasional," ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk membuka pasar yang lebih luas dan menarik minat investor global. Dengan strategi ganda, baik di tingkat lokal maupun internasional, diharapkan realisasi investasi di Jawa Tengah dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Artikel Terkait
Podcast Soroti Dugaan Kejanggalan Kronologi Keluarga Jokowi, dari Pernikahan hingga Kelahiran Gibran
KPK Periksa Saksi Baru untuk Dalami Aliran Dana ke Bupati Pekalongan Nonaktif
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Terendah Sepanjang Sejarah Akibat Tekanan Global dan Domestik
Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan Emas 265,7 Gram Senilai Rp700 Juta yang Disembunyikan di Celana Dalam