PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, merupakan wujud nyata pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini, menurutnya, tidak sekadar membangun fasilitas, melainkan juga menanamkan harapan baru bagi masa depan generasi muda di wilayah timur Indonesia.
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Keberhasilan
Purwadi menjelaskan bahwa sekolah rakyat merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden di bidang pendidikan. Program ini dirancang untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di berbagai daerah, terutama yang selama ini terpinggirkan. Ia menekankan bahwa sinergi antarlembaga menjadi faktor krusial agar program ini benar-benar mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berdaya saing.
“Kami mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, tenaga pendidik, hingga pengelola sekolah yang bersama-sama mendukung penyelenggaraan program ini,” ujarnya saat meninjau langsung SRMP 19 Kupang, Selasa (12/5).
Menurutnya, pendidikan memegang peranan vital bagi daerah seperti NTT. Dengan bekal pendidikan yang baik, peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi jauh lebih terbuka.
Pendekatan Berasrama untuk Membangun Karakter
Lebih lanjut, Purwadi menyoroti pendekatan pembelajaran berasrama yang diterapkan di sekolah tersebut. Ia menilai metode ini efektif dalam membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan rasa percaya diri siswa sejak usia dini.
“Karena itu, pendekatan pembelajaran berasrama seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepercayaan diri anak-anak sejak dini,” sambungnya.
Ia pun berharap SRMP 19 Kupang dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para siswa untuk belajar dan mengejar cita-cita mereka. Ukuran keberhasilan program ini, tegasnya, tidak hanya diukur dari jumlah gedung sekolah yang berdiri.
“Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan program ini bukan hanya jumlah sekolah yang dibangun, tetapi seberapa besar harapan dan masa depan yang dapat dibuka bagi anak-anak Indonesia,” ucapnya.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Sementara itu, Kepala SRMP 19 Kupang, Felipina Agustina Kale, menyambut baik kunjungan Wamen PANRB. Ia menilai perhatian langsung dari pemerintah pusat menunjukkan keseriusan dalam memajukan pendidikan di daerah. Menurutnya, program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo ini benar-benar menjangkau anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses bangku sekolah.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan program sekolah rakyat. Merupakan satu program yang sangat luar biasa. Program sekolah rakyat menjangkau semua siswa yang selama ini tidak terjangkau dan memungkinkan yang tidak mungkin. Semoga program ini terus berjalan dan kita bersama-sama bersinergi untuk mengawal program ini berjalan dengan lancar,” tutup Agustina.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PSG Hanya Butuh Hasil Imbang di Markas Lens untuk Pastikan Gelar Juara Ligue 1
Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Ajukan Perlindungan ke LPSK
Pengamat: Usulan KPK soal Capres Wajib Kader Partai Berbahaya bagi Demokrasi
Ade Armando: JK Tak Perlu Melaporkan Saya ke Polisi