Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Kedapatan Main Game dan Merokok Saat Rapat Stunting

- Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25 WIB
Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Kedapatan Main Game dan Merokok Saat Rapat Stunting
PARADAPOS.COM - Nama Achmad Syahri Assidiqi, anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, mendadak menjadi sorotan nasional setelah videonya viral. Dalam rekaman yang beredar luas, legislator berusia 25 tahun itu terlihat merokok dan asyik bermain game di ponsel saat mengikuti rapat penting membahas penanganan stunting dan angka kematian ibu di gedung DPRD setempat. Peristiwa yang terjadi pada awal pekan ini itu langsung memicu kecaman publik dan mempertanyakan etika wakil rakyat yang baru dilantik.

Siapa Achmad Syahri Assidiqi?

Di balik kontroversi yang melandanya, Syahri—yang akrab disapa Fadil—bukanlah wajah asing di panggung politik Jawa Timur. Ia adalah putra dari Achmad Fadil Muzakki Syah, atau yang lebih dikenal sebagai Lora Fadil, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem. Sang ayah sempat menjadi perbincangan nasional beberapa tahun lalu karena membawa ketiga istrinya saat pelantikan di Senayan. Darah politik itu sepertinya mengalir deras. Setelah menuntaskan pendidikannya, Syahri memilih bergabung dengan Partai Gerindra untuk memulai karier sebagai legislator. Langkahnya cukup mulus. Pada Pemilu Legislatif 2024, ia berhasil merebut kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) Jember 1 dan menjadi anggota dewan termuda di kabupaten tersebut.

Legislator Termuda yang Kini Tersandung

Pelantikan Syahri pada usia 25 tahun sempat membawa angin segar. Banyak pihak berharap ia bisa menjadi representasi anak muda yang progresif dan dekat dengan konstituen. Selama masa kampanye, ia dikenal aktif merangkul pemilih pemula dan komunitas hobi di Jember. Strategi itu terbukti jitu—ia melenggang ke Gedung Kapal, julukan khas kantor DPRD Jember, dengan perolehan suara yang meyakinkan. Namun, insiden "mabar" (main bareng) di ruang rapat itu langsung menghancurkan citra yang baru dibangun. Alih-alih membawa perubahan, ia justru menjadi simbol kelalaian wakil rakyat di mata publik.

Latar Belakang Pendidikan dan Tugas di Komisi D

Dalam profil resmi DPRD Jember, Syahri tercatat memiliki gelar Sarjana Ekonomi (SE), meskipun almamaternya tidak disebutkan secara eksplisit. Ia kini duduk di Komisi D, yang membidangi urusan cukup luas: penanggulangan bencana, pendidikan, kesehatan, sosial, kepemudaan dan olahraga, perpustakaan dan kearsipan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, keluarga berencana, tenaga kerja, serta bina mental. Tugasnya jelas tidak ringan. Komisi D bersinggungan langsung dengan isu-isu krusial seperti stunting dan kematian ibu—topik yang justru ia abaikan saat rapat berlangsung. Hingga saat ini, belum banyak catatan prestasi substantif yang dihasilkan Syahri, baik dalam legislasi maupun pengawasan anggaran. Langkah awalnya di tahun kedua menjabat justru terganjal masalah etika.

Etika yang Dipertaruhkan

Kehadiran Syahri di parlemen lokal awalnya digadang-gadang akan membawa gaya kepemimpinan yang lebih segar dan dekat dengan generasi muda. Namun, perilaku "ngebul" sambil bermain ponsel saat rapat koordinasi penanganan stunting dan angka kematian ibu dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan konstituen. "Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sebagai wakil rakyat, seharusnya ia memberikan contoh yang baik, bukan justru bermain game saat membahas nasib rakyat," ujar salah seorang anggota fraksi di DPRD Jember yang enggan disebut namanya. Kini, sang legislator muda Gerindra itu harus bersiap menghadapi sidang Badan Kehormatan (BK). Karier politiknya yang masih seumur jagung ini sedang dipertaruhkan. Pertanyaan besarnya: apakah ia sanggup memperbaiki etika politiknya, atau justru akan hanya dikenang sebagai "anak pejabat" yang hobi main game di tengah penderitaan rakyat?

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar