Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Empat Kasus Hantavirus di Jakarta

- Rabu, 13 Mei 2026 | 01:50 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Empat Kasus Hantavirus di Jakarta
PARADAPOS.COM - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, angkat bicara soal temuan empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang tahun 2026. Ia meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan adanya infeksi virus yang ditularkan melalui tikus tersebut di ibu kota.

Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah

Yahya menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Ia juga mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat dalam menangani kasus yang sudah terkonfirmasi. "Dengan ditemukannya kasus hantavirus di Jakarta, saya minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menjaga ketenangan, tidak panik. Saya minta pemerintah segera bergerak cepat menangani kasus yang terjadi," kata Yahya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Mekanisme Penularan yang Perlu Dipahami

Politisi Golkar itu menjelaskan bahwa hantavirus berbeda dengan virus pernapasan pada umumnya. Penularannya tidak terjadi antarmanusia, melainkan dari hewan pengerat seperti tikus. "Penularan hantavirus bukan dari manusia ke manusia tetapi dari tikus ke manusia, baik melalui inhalasi atau udara terbuka, kontak langsung dengan urin, air liur dan kotoran tikus maupun melalui gigitan tikus," ujarnya. Ia menambahkan, virus ini bisa menyebabkan penyakit serius hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat.

Langkah Pencegahan di Tingkat Rumah Tangga

Yahya mengingatkan bahwa pencegahan paling efektif dimulai dari lingkungan rumah. Menjaga kebersihan dari keberadaan tikus menjadi kunci utama. "Pola pencegahan dari hantavirus adalah dengan menjaga kebersihan rumah dari tikus, menggunakan APD (seperti masker dan sarung tangan) jika melakukan pekerjaan yang bersentuhan dengan tikus. Selain itu gunakan disinfektan jika membersihkan ruangan yang terkontaminasi oleh kotoran tikus," jelasnya.

Apresiasi terhadap Langkah Kemenkes

Menanggapi respons pemerintah, Yahya menilai langkah Kementerian Kesehatan sudah berada di jalur yang benar. Pemasangan thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans di pintu masuk dinilai sebagai langkah antisipasi yang tepat. "Langkah yang dilakukan oleh Kemenkes dengan memperkuat pengawasan di pintu masuk ke dalam melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan sudah sangat tepat. Kita harapkan ini dijalankan dengan baik agar tidak terjadi potensi penyebaran hantavirus melalui pintu masuk tersebut," jelasnya. Ia juga menyoroti kesiapan infrastruktur kesehatan. Kemenkes telah menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS). Selain itu, sebanyak 198 rumah sakit yang tergabung dalam jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia juga sudah disiagakan.

Harapan ke Depan

Yahya berharap seluruh upaya ini bisa menekan penyebaran hantavirus. Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dan mengikuti arahan dari otoritas kesehatan. "Untuk itu kita berharap agar penyebaran hantavirus di Indonesia dapat tertangani dengan baik dan masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh otoritas kesehatan (dalam hal ini Kemenkes dan Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota) berkaitan dengan hantavirus," paparnya. "Untuk itu Kemenkes beserta Dinas Kesehatan setempat agar senantiasa melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait hantavirus terutama dari segi promotif dan preventif," sambung dia.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar