Korea Selatan Pertimbangkan Kontribusi Bertahap untuk Keamanan Maritim di Selat Hormuz

- Rabu, 13 Mei 2026 | 05:50 WIB
Korea Selatan Pertimbangkan Kontribusi Bertahap untuk Keamanan Maritim di Selat Hormuz
PARADAPOS.COM - Seoul, 13 Mei 2026 – Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, mengumumkan bahwa negaranya akan mempertimbangkan kontribusi bertahap terhadap inisiatif keamanan maritim yang dipimpin Amerika Serikat di Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah terganggunya jalur energi global akibat konflik yang melibatkan Iran. Seoul menegaskan komitmennya sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, dengan opsi partisipasi mulai dari pernyataan dukungan hingga penyediaan aset militer, meskipun pengerahan langsung belum dibahas secara rinci.

Respons Bertahap Seoul terhadap Krisis Selat Hormuz

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Ahn Gyu-back menjelaskan bahwa pemerintahannya telah memberi tahu pejabat Amerika Serikat mengenai rencana partisipasi tersebut. Ia menekankan bahwa Korea Selatan akan berperan aktif dalam menjaga stabilitas di jalur pelayaran strategis itu. “Kami akan berpartisipasi sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab,” ujarnya. Langkah-langkah yang tengah dikaji, lanjut Ahn, mencakup pernyataan dukungan diplomatik, pengiriman personel, berbagi informasi intelijen, hingga kemungkinan penyediaan aset militer. Namun, ia menggarisbawahi bahwa diskusi mengenai keterlibatan militer secara langsung masih berada pada tahap awal.

Perluasan Kerja Sama Aliansi

Selain isu Selat Hormuz, pertemuan antara Ahn Gyu-back dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga membahas agenda aliansi yang lebih luas. Keduanya menyinggung soal pengalihan kendali operasional masa perang serta ambisi Korea Selatan untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Kedua pihak sepakat untuk memulai konsultasi tingkat kerja mengenai keamanan maritim “secepat mungkin.” Kesepakatan ini muncul di tengah ketegangan yang masih membara akibat kebuntuan hubungan antara Washington dan Teheran.

Dampak pada Jalur Energi Global

Selat Hormuz, yang selama ini menjadi urat nadi pasokan minyak dunia, mengalami gangguan signifikan sejak pecahnya perang yang melibatkan Iran pada akhir Februari. Konflik tersebut secara drastis mengurangi aliran minyak mentah dari negara-negara Teluk ke pasar global, khususnya ke kawasan Asia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi selat ini setiap harinya. Ketidakstabilan yang terjadi tidak hanya mendorong lonjakan harga minyak, tetapi juga meningkatkan biaya pengiriman dan premi asuransi bagi kapal-kapal yang melintas. Krisis ini berakar dari perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu Washington di kawasan Teluk memicu penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata selama dua pekan sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Situasi di lapangan masih tegang, dan jalur pelayaran vital itu belum sepenuhnya pulih.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar