Anies Baswedan Puji Jusuf Kalla sebagai Teladan Bangsa, Soroti Peran di Perdamaian Ambon, Poso, dan Aceh

- Senin, 18 Mei 2026 | 00:50 WIB
Anies Baswedan Puji Jusuf Kalla sebagai Teladan Bangsa, Soroti Peran di Perdamaian Ambon, Poso, dan Aceh
PARADAPOS.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pujian setinggi langit kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), dalam acara tasyakuran milad ke-84 JK, Senin 18 Mei 2026. Di tengah sorotan publik atas perseteruan JK dengan sejumlah tokoh seperti Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda, Anies justru menyoroti peran JK sebagai teladan bangsa yang memiliki kontribusi besar dalam perdamaian di Indonesia. Pujian ini pun memicu beragam reaksi, termasuk dari Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, yang menilai pernyataan Anies secara tidak langsung membenamkan pihak-pihak yang berseberangan dengan JK.

Pujian yang Menuai Tafsir Berbeda

Suasana di lokasi acara tampak hangat. Anies, yang hadir dengan setelan rapi, menyampaikan pidato yang sarat akan penghormatan. Ia menyebut bahwa ada "sidik jari" JK dalam proses perdamaian di Ambon, Poso, dan Aceh. Menurut Anies, tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepada JK adalah sesuatu yang keliru, salah alamat, dan sekaligus salah kaprah. "Sehebat itukah JK di mata Anies Baswedan? Iya," ujar Erizal saat dikonfirmasi. Namun, ia juga menambahkan bahwa bagi kalangan lain, pandangan tersebut tidak sepenuhnya diterima. "Pujian setinggi langit itulah dulu yang mengakibatkan JK dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pecah kongsi," lanjutnya.

Peran SBY yang Terlupakan?

Erizal kemudian mengajukan sebuah pertanyaan retoris yang menggelitik. "Masak tak ada peran SBY di Aceh sebagai Presiden?" tuturnya. Pertanyaan ini mengarah pada narasi bahwa kesuksesan damai Aceh tidak bisa dilepaskan dari peran presiden yang berkuasa saat itu, SBY, bukan semata-mata karena JK. Anies memang dikenal sebagai orang dekat JK sejak lama. Dalam kesempatan itu, Anies menggambarkan JK sebagai sosok yang nonstop, selalu berpikir, berkarya, dan selalu memiliki gagasan baru setiap saat. Namun, Erizal mengingatkan bahwa kehebatan JK dalam politik tidaklah sendirian.

Catatan Politik JK yang Perlu Diingat

"JK menjadi Wapres pada Pilpres 2004 karena mendampingi SBY. Ia kembali menjadi Wapres pada Pilpres 2014 karena mendampingi Jokowi," jelas Erizal. Ia menekankan bahwa ketika JK maju sendirian dengan didampingi Wiranto, hasilnya justru kalah telak. "Anies agaknya tidak lagi menghitung itu," tambahnya. Di akhir pernyataannya, Erizal menyinggung kemungkinan Anies yang masih akan bergantung pada dukungan JK di masa depan. "Pilpres 2029 pun, kalau akan maju lagi, Anies masih akan berharap dorongan JK, bukan yang lain. JK adalah contoh pemimpin yang layak diteladani generasi muda, menurut Anies," pungkasnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar