PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program Jakpreneur meluncurkan Gang Dagang, sebuah gim simulasi warung berbasis web yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inisiatif ini diumumkan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, pada Senin di Jakarta, sebagai respons terhadap masih banyaknya pelaku UMKM yang mencampur keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Gang Dagang hadir sebagai alat edukasi interaktif untuk membangun kebiasaan mencatat keuangan secara disiplin dan berkelanjutan.
Gim Simulasi untuk Mengelola Keuangan Usaha
Gang Dagang bukan sekadar gim biasa. Platform ini menyajikan simulasi pengelolaan warung yang memungkinkan pelaku UMKM belajar membedakan modal, keuntungan, dan kebutuhan pribadi melalui pengalaman bermain yang interaktif. Dengan pendekatan yang lebih praktis, para pengguna diharapkan mampu memisahkan arus kas usaha dari pengeluaran rumah tangga—sebuah masalah klasik yang kerap menghambat pertumbuhan bisnis kecil.
“Melalui peluncuran Gang Dagang ini diharapkan (UMKM) memiliki kebiasaan mencatat keuangan, entah itu keuangan rumah tangga dipisahkan dengan keuangan usaha,” kata Suharini Eliawati di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, kebiasaan mencampur keuangan pribadi dan bisnis masih menjadi kendala utama bagi banyak pelaku UMKM. Akibatnya, pengelolaan usaha menjadi tidak optimal dan sulit berkembang.
Dorong Digitalisasi Transaksi dan Perluasan Pasar
Dalam kesempatan yang sama, Eliawati mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital, seperti sistem pembayaran QRIS dan berbagai platform digital lainnya. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi transaksi.
Saat ini, tercatat ada sekitar 400 ribu UMKM yang menjadi binaan Jakpreneur. Eliawati pun mengingatkan agar para pengusaha kecil tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga menjaga kualitas produk—mulai dari kemasan, pelayanan, hingga transparansi bahan baku kepada konsumen.
Dikembangkan Melalui Riset Mendalam
Direktur PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G Saputra, menjelaskan bahwa Gang Dagang lahir dari kebutuhan akan metode pembinaan yang lebih efektif. Selama ini, seminar dan workshop dinilai belum cukup mampu mengubah perilaku pelaku UMKM dalam mengelola usaha.
“Gang Dagang dirancang untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan dan digitalisasi usaha secara berkelanjutan,” ujar Vicky.
Ia mengungkapkan, platform ini dikembangkan selama hampir enam bulan melalui serangkaian riset dan diskusi mendalam dengan para pemangku kepentingan. Tidak hanya berhenti pada simulasi, Gang Dagang juga dilengkapi sistem penilaian dan insentif bagi UMKM yang aktif mengikuti pembelajaran serta menerapkan transaksi digital. Dengan begitu, proses edukasi tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga memberikan motivasi nyata bagi para pesertanya.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BYD M6 DM Diklaim Hanya Habiskan Rp2.400 untuk Jarak 150 Km dalam Uji Coba Sebelum Peluncuran
Mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Tersangka Peredaran Narkoba dan Pencucian Uang
BI Belajar dari Krisis, Kini Gunakan Strategi Terukur Jaga Rupiah Tanpa Kuras Likuiditas
KSP Tegaskan Komitmen Pemerintah Awasi Perlindungan Pekerja Migran dari Berangkat hingga Pulang