Progres MRT Jakarta Fase 2A Capai 59 Persen, Segmen Pertama Ditargetkan Beroperasi 2027

- Selasa, 19 Mei 2026 | 01:25 WIB
Progres MRT Jakarta Fase 2A Capai 59 Persen, Segmen Pertama Ditargetkan Beroperasi 2027
PARADAPOS.COM - Progres pembangunan MRT Jakarta memasuki babak baru dengan target operasional bertahap hingga 2029. Proyek strategis nasional ini mencakup Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI menuju Kota, serta Fase 2B yang akan memperpanjang rute hingga Ancol. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melaporkan progres keseluruhan Fase 2A telah mencapai sekitar 59 persen, dengan segmen pertama ditargetkan beroperasi pada 2027. Sumber pendanaan utama proyek ini berasal dari pinjaman luar negeri Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan skema pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

Skema Pendanaan dan Status Proyek

Fondasi pendanaan pembangunan MRT Jakarta bertumpu pada pinjaman luar negeri dari Jepang. Japan International Cooperation Agency (JICA) bertindak sebagai perwakilan resmi pemerintah Jepang dalam kesepakatan ini. Setelah disepakati, pemerintah pusat menjadi pihak yang menandatangani perjanjian pinjaman dengan JICA, lalu menyalurkannya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di tingkat daerah, Pemprov DKI Jakarta menunjuk PT MRT Jakarta sebagai eksekutor proyek. Pendampingan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan yang mewakili pemerintah pusat. Lantas, siapa yang akan membayar pinjaman tersebut? Kesepakatannya adalah pembagian beban antara Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Profil pinjaman ini memiliki bunga yang rendah dengan tenor sangat panjang, bahkan bisa mencapai 30 hingga 40 tahun. Sebagai gambaran, pembangunan MRT Jakarta fase 1 dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI yang sudah beroperasi saat ini menelan anggaran sekitar 16 triliun rupiah. Proyek ini pun telah berstatus sebagai proyek strategis nasional.

Fase 2: 2A dan 2B

Progres pembangunan MRT fase 2 terbagi menjadi dua bagian, yakni fase 2A dan 2B. Fase 2A direncanakan sebagai penghubung rute dari fase 1 untuk memperpanjang layanan dari Jakarta Selatan menuju pusat kota, hingga nantinya ke Jakarta Utara. Rute fase 2A mencakup Bundaran HI menuju wilayah kota dengan panjang sekitar 5,8 km dan 7 stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Pembangunannya dibagi dalam tiga paket. Paket CP201 (Thamrin-Monas) mencatat progres konstruksi 92,58 persen. Paket CP202 (Harmoni-Mangga Besar) mencapai 65,02 persen. Sementara CP203 (Glodok-Kota) sudah 84,16 persen. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa progres pembangunan fase 2A secara keseluruhan sudah menyentuh angka sekitar 59 persen. Sementara itu, fase 2B yang juga dinantikan sebagai rangkaian utuh penghubung Jakarta Selatan hingga Jakarta Utara terdiri dari dua stasiun bawah tanah, yaitu Mangga Dua dan Ancol. Meski hanya dua stasiun, panjang jalurnya cukup signifikan, yaitu sekitar 6 km. Kajian dan perencanaan untuk fase 2B tengah digodok secara paralel untuk menyelesaikan fase 2 secara menyeluruh.

Target Penyelesaian Fase 2

Operasional fase 2 direncanakan terbagi dalam dua segmen. Segmen 1, yaitu Bundaran HI ke Harmoni, ditargetkan selesai pada tahun 2027 dengan uji coba dilakukan sejak pertengahan tahun yang sama. Sedangkan segmen 2, dari Harmoni menuju Kota, ditargetkan selesai pada tahun 2029. Di sisi lain, fase 2B masih melalui studi kelayakan dan persetujuan pendanaan sebelum proses pengadaan serta pengerjaan konstruksi berjalan sesuai rencana. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono Anung juga mengungkap progres perencanaan pembangunan MRT Jalur Lintas Timur Barat. Jalur ini akan mencakup wilayah Cikarang hingga Balaraja sepanjang 84 km dengan 48 stasiun dan diproyeksikan memiliki waktu tempuh 120 menit. Konstruksi jalur tersebut dibagi menjadi dua fase. Fase 1 tahap 1 meliputi Tomang (Jakarta Barat) hingga Medan Satria (Kota Bekasi) sepanjang 24,5 km. Fase 1 tahap 2 melanjutkan dari Tomang hingga Kembangan (Jakarta Barat) sepanjang sekitar 9,2 km. Selanjutnya, fase 2 dibagi menjadi Kembangan hingga Balaraja (Tangerang) sepanjang 29,9 km, dan Medan Satria hingga Cikarang. Pemprov DKI Jakarta kini tengah melakukan progres pembebasan lahan, yang menjadi salah satu tantangan utama, serta penetapan trase dan penentuan titik-titik stasiun.

Perencanaan Fase 3

Harapan besar disematkan pada Fase 3 yang ditargetkan bisa menunjukkan progres signifikan pada tahun 2030. Ulasan seputar progres pembangunan MRT di Jakarta bukan sekadar soal pembangunan infrastruktur fisik semata. Transportasi publik juga menjadi bagian integral dari kegiatan perekonomian masyarakat. Lebih dari sekadar kapabilitas pembangunan, diharapkan terjadi perubahan gaya hidup masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik karena layanannya yang layak dan relevan untuk menjawab tantangan multi-sektor di ibu kota.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar