PARADAPOS.COM - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi meluncurkan layanan digital untuk seleksi dan penyelesaian kontrak umrah pada musim 1448 Hijriah. Melalui platform Masar Nusuk, seluruh proses administrasi kini dapat dilakukan secara daring, mulai dari seleksi hingga penandatanganan kontrak. Kebijakan ini diumumkan pada awal tahun 2025 sebagai bagian dari transformasi digital sektor umrah.
Langkah Strategis Menuju Ekosistem Digital
Pemerintah Arab Saudi menyebut langkah ini sebagai strategi jangka panjang untuk memperluas ekosistem digital di sektor umrah. Tujuannya jelas: mengotomatiskan prosedur kontrak, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat kesiapan layanan untuk musim-musim mendatang.
"Kami ingin menyederhanakan prosedur bagi jamaah dan meningkatkan kualitas pelayanan umrah," demikian pernyataan resmi Kemenhaj Arab Saudi yang dikutip dari media setempat.
Verifikasi Digital dengan Kode QR
Salah satu inovasi utama dalam sistem baru ini adalah penggunaan kode QR sebagai model kontrak digital. Setiap kontrak akan terintegrasi langsung ke dalam platform Masar Nusuk, memungkinkan verifikasi data secara real-time. Sistem ini dirancang untuk menyatukan seluruh data jamaah, agen perjalanan, dan penyedia layanan dalam satu ekosistem.
Dengan pendekatan ini, proses verifikasi dokumen yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit. Calon jemaah pun tidak perlu lagi membawa dokumen fisik saat mengurus perjalanan umrah.
Peluang bagi Perusahaan Travel Umrah
Kementerian Haji dan Umrah juga mendorong perusahaan travel umrah domestik untuk menjalin kerja sama dengan platform Masar Nusuk. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, katering, hingga desain paket perjalanan dan layanan bernilai tambah lainnya.
Langkah ini diambil menjelang dimulainya pengajuan dan pemrosesan visa pada 31 Mei mendatang. Sementara itu, penerbitan izin umrah melalui aplikasi Nusuk akan dimulai pada 1 Juni.
Dengan adanya integrasi digital ini, calon jemaah umrah diharapkan bisa menikmati layanan yang lebih optimal. Penguatan sistem operasional di seluruh ekosistem umrah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan efisien.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
50 Anak di Tanah Bumbu Ikuti Khitan Massal Gratis HUT ke-10 RS Marina Permata
IRGC Kawal 31 Kapal Komersial Melintas di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS
Kementerian Komdigi Wajibkan Registrasi Ulang Akun Media Sosial untuk Cegah Pemalsuan Identitas
Persib Bandung Butuh Hasil Imbang Lawan Persijap untuk Kunci Gelar Juara BRI Super League