PARADAPOS.COM - Sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla mengaku mengalami penyiksaan fisik selama ditahan oleh tentara Israel, mulai dari tendangan, pukulan, hingga setrum listrik. Peristiwa ini terjadi saat rombongan hendak berlayar menuju Gaza, dan para korban baru saja tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5/2025) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke Tanah Air.
Kesaksian di Lapangan: Tendangan hingga Setrum Listrik
Rahendro Herubowo, salah satu WNI yang ditahan, menceritakan secara gamblang perlakuan kasar yang ia terima. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Thread @chikifawzi dan dilihat pada Jumat (22/5/2026), ia mengaku mengalami kekerasan berulang kali.
“Saya mengalami beberapa kekerasan, ditendang sampai mungkin tiga, empat kali di bagian depan, di belakang juga saya diinjak dan terakhir disetrum. Iya kena setrum,” ujar Rahendro.
Setelah dibebaskan, ia langsung menjalani pemeriksaan medis. Darahnya telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut. Rahendro mengaku masih merasakan nyeri di bagian pinggang, terutama saat batuk atau mengangkat tangan.
“Jadi sekarang nih saya kalau batuk sakit sini (pinggang), ketarik. Kalau angkat tangan tuh ketarik. Mudah-mudahan sih enggak ada apa-apa ya kita periksa di sini,” tuturnya.
WNI Lain Jadi Korban: Setrum di Paha dan Posisi Dipaksa Sujud
Kisah serupa juga disampaikan oleh Andre Prasetyo Nugroho. Ia mengaku menjadi sasaran setrum listrik di bagian paha. Menurutnya, ia menjadi orang terakhir yang mendapat perlakuan tersebut.
“Setrum di sini (paha), karena gua bagian terakhir,” ucap Andre.
Andre juga memeragakan bagaimana para aktivis dipaksa bersujud dengan tangan terikat dalam waktu yang lama. Posisi itu, katanya, sangat menyiksa dan membuatnya hampir kehabisan tenaga.
“Kepala kita itu tuh harus kayak gini nih (sujud). Udah enggak kuat, gua udah enggak kuat,” kata dia.
Respons Pemerintah: Kecaman dan Proses Pemulangan
Menteri Luar Negeri Sugiono angkat bicara menanggapi insiden ini. Ia mengecam keras tindakan kekerasan yang dinilai tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram resminya pada Jumat (22/5/2026).
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI selama masa penahanan,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, sembilan WNI tersebut tiba dengan selamat di Turki pada Kamis (21/5/2025) setelah berhasil keluar dari Israel. Saat ini mereka tengah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan lancar sehingga mereka dapat kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” tutur Sugiono.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Amnesty Tuding Pemerintahan Prabowo Gunakan Disinformasi Daring untuk Bungkam Kritik
KPK Temukan Rp12 Triliun Dana Program Makan Bergizi Gratis Mengendap di Rekening Mitra BGN
Menteri Pertahanan Tugaskan TNI AD Tanam Padi dan Jagung, TNI AL Produksi Kedelai demi Swasembada Pangan
Kuasa Hukum Dokter Tifa Yakin Kasus Ijazah Palsu Jokowi Tak Lanjut ke Sidang karena Belum Ada P21