Tiga Desa di Karawang Krisis Air Bersih, 3.428 Jiwa Terdampak Kemarau

- Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50 WIB
Tiga Desa di Karawang Krisis Air Bersih, 3.428 Jiwa Terdampak Kemarau
PARADAPOS.COM - Tiga desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda. Wilayah terdampak mencakup Desa Kutalanggeng di Kecamatan Tegalwaru serta Desa Kutamekar dan Mulyasejati di Kecamatan Ciampel. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 3.428 jiwa dari 1.228 keluarga kini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Karawang telah menyalurkan 75.000 liter air bersih ke lokasi terdampak sejak awal Juni 2026.

Kolaborasi Penanganan Darurat

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharram, mengungkapkan bahwa pendistribusian air bersih dilakukan secara bertahap. Penyaluran ini dipicu oleh laporan warga dan permintaan resmi dari pemerintah desa setempat. "Sampai saat ini kebutuhan air bersih masyarakat di tiga desa terdampak masih dapat dipenuhi melalui kolaborasi BPBD dengan Perumdam Tirta Tarum Karawang," ujarnya. Ferry menambahkan, timnya terus memantau situasi melalui petugas yang ditempatkan langsung di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan air bersih tetap tersedia dan mengantisipasi kemungkinan meluasnya wilayah yang terkena dampak kekeringan.

Imbauan dan Proyeksi Cuaca

Di tengah ancaman ini, BPBD Karawang mengimbau warga untuk bijak dalam menggunakan air bersih. Penghematan dianggap penting mengingat prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi antara Juli hingga September, dengan puncak tertinggi pada Agustus. Musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga ketersediaan sumber daya air.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar