PARADAPOS.COM - Sebuah usaha camilan kentang asal Bogor Selatan berhasil mencuri perhatian para panelis di ajang Juragan Jaman Now (JJN) Season 5 Batch 4. Berawal dari modal hanya Rp250 ribu, pasangan suami-istri Novvy dan Marwan, pendiri Kentang Si Cemplon, kini memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Dalam episode yang tayang pada Sabtu, 23 Mei 2026, mereka tidak hanya mempromosikan cita rasa khas bumbu racikan sendiri, tetapi juga mengusung konsep ramah lingkungan yang membuat para juri terkesan. Alhasil, Kentang Si Cemplon pun mendapatkan bantuan modal produksi senilai Rp20 juta dari para panelis.
Dari Dapur Kecil ke Panggung Nasional
Perjalanan bisnis ini tidaklah instan. Novvy dan Marwan mengawalinya dengan menjual produk ke relasi terdekat dan memanfaatkan media sosial sebagai etalase pertama. Tanpa gudang besar atau mesin canggih, mereka hanya mengandalkan konsistensi dan racikan bumbu segar yang dibuat sendiri.
"Yang awalnya kami hanya mengerjakan berdua, saya dan suami, lalu kami mulai memberdayakan perempuan kepala rumah tangga dan remaja sekitar rumah produksi kami," ujar Novvy saat presentasi di hadapan panelis JJN Season 5.
Ia menuturkan, perjuangan menembus pasar retail bukanlah perkara mudah. Tak jarang, produknya ditolak oleh toko-toko besar. Namun, kegigihan itu perlahan membuahkan hasil.
"Namun pada akhirnya produk Kentang Si Cemplon tidak hanya dipasarkan di Jabodetabek, tetapi di Kalimantan, Sulawesi, dan juga di luar negeri," tuturnya.
Konsep Bisnis yang Tak Sekadar Camilan
Apa yang membedakan Kentang Si Cemplon dari camilan kentang lainnya? Selain rasa, Novvy dan Marwan membawa misi lingkungan yang disebut Eco Entrepreneurship. Mereka menerapkan prinsip Zero Waste Cooking dalam setiap proses produksi.
"Kami bekerja sama dengan bank sampah di Bogor Selatan untuk (limbah) diproses menjadi biodiesel. Jadi saat ini limbah sisa produksi kami bisa dibilang sudah tidak ada," ungkapnya.
Pendekatan ini membuat usaha mereka tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada dampak sosial dan ekologis. Di tengah ruang presentasi yang hangat, para panelis tampak antusis mencicipi produk yang tersaji di meja.
Reaksi Panelis dan Keputusan Pendanaan
Suasana di studio sempat mencair ketika panelis Rex Marindo harus meminta jatah camilan kepada panelis lain, Irwan Mussry, karena kehabisan stok di meja. Momen ini menunjukkan bahwa produk tersebut benar-benar diuji secara langsung, bukan sekadar presentasi di atas kertas.
"Saya tadi sebetulnya menganggap remeh 'aduh potato chips', ternyata enak banget," kata panelis Reino Barack.
Reino menambahkan, Kentang Si Cemplon berhasil memikat seluruh panelis. Mereka pun sepakat untuk memberikan bantuan modal yang difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi.
"Kami rasa Kentang Si Cemplon ini perlu dibantu dengan alat-alat dapur pengering, oven, dan lain-lain yang ditranslate ke Rp20 juta. Semoga ini akan bermakna akan membantu dari segi produksi," ucapnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat lini produksi rumahan mereka, sehingga jangkauan pasar yang sudah tembus hingga ke luar negeri bisa terus diperluas tanpa mengorbankan kualitas rasa dan komitmen lingkungan yang telah dibangun.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Puluhan Biksu Thailand, Malaysia, dan Laos Tiba di Yogyakarta Usai Berjalan Kaki dari Bali untuk Perdamaian
Kejagung Tetapkan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Perintangan Penyidikan Kasus Korupsi CPO
PLN Konfirmasi Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Aceh Akibat Sistem Kelistrikan Belum Stabil
Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Gedung Pencakar Langit Terbanyak di Dunia