PSC 119 Sidoarjo Tangani 542 Kasus Kecelakaan, Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat Gratis

- Rabu, 27 Mei 2026 | 14:25 WIB
PSC 119 Sidoarjo Tangani 542 Kasus Kecelakaan, Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat Gratis
PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kegawatdaruratan medis gratis bagi masyarakat melalui Public Safety Center (PSC) 119. Layanan yang dioperasikan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo ini berjalan 24 jam penuh, dengan fokus utama menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang mendominasi panggilan darurat. Hingga Mei 2026, tercatat 542 kasus kecelakaan atau sekitar 47 persen dari total layanan, menjadikan PSC 119 garda terdepan dalam penanganan trauma di jalan raya.

Dukungan Penuh dari Bupati

Bupati Sidoarjo Subandi memberikan dukungan penuh terhadap penguatan layanan PSC 119. Menurutnya, kecepatan respons dan kemudahan akses layanan kesehatan darurat merupakan kebutuhan mendesak bagi warga. Ia menekankan pentingnya layanan ini sebagai garda terdepan dalam situasi kritis.

Sosialisasi Menyasar Berbagai Lapisan

Dinas Kesehatan setempat pun gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin paham fungsi PSC 119. Edukasi tidak hanya menyasar kader kesehatan, tetapi juga anak sekolah dan masyarakat umum. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Danang Abdul Ghani menjelaskan bahwa pendekatan dilakukan secara langsung. "PSC 119 melakukan sosialisasi ke kader-kader kesehatan, masyarakat umum, juga anak sekolah dalam penanganan kegawatdaruratan bagi anak sekolah, penyebaran leaflet, dan memasang stiker pada ambulans PSC 119 dan ambulans jejaring," ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Dominasi Kasus Kecelakaan dan Penurunan Kesadaran

Data Dinkes Sidoarjo menunjukkan dua kategori kasus mendominasi layanan PSC 119. Selain kecelakaan lalu lintas yang mencapai 542 kasus, posisi kedua ditempati kasus penurunan kesadaran sebanyak 225 kasus atau sekitar 19 persen dari total layanan. Kondisi ini mempertegas peran PSC 119 sebagai penanganan pertama untuk trauma di jalan raya maupun kondisi kritis lain yang membutuhkan pertolongan cepat.

Panggilan Darurat Mendominasi

Mayoritas panggilan yang masuk ke PSC 119 tergolong darurat. Tercatat sebanyak 247 panggilan atau sekitar 56,3 persen merupakan "emergency call". Sementara itu, panggilan non-kategori mencapai 141 panggilan atau 32,1 persen, yang umumnya berupa salah sambung, panggilan terputus, atau permintaan informasi umum di luar layanan medis. Adapun panggilan non-emergency tercatat 51 panggilan atau 11,6 persen. dr. Danang menambahkan bahwa panggilan non-emergency justru menunjukkan hal positif. "Hal itu seperti permintaan ambulans jenazah, informasi ketersediaan kamar RS tanpa kondisi kritis, atau layanan rujukan biasa. Ini adalah hal yang baik karena menunjukkan jalur darurat tidak terlalu terbebani oleh kasus-kasus non-kritis," jelasnya.

Harapan ke Depan

Dengan dukungan penuh dari Pemkab Sidoarjo dan sosialisasi yang terus digencarkan, PSC 119 diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Layanan ini ditargetkan menjadi sistem tanggap darurat yang andal kapan pun dibutuhkan. Dinkes Sidoarjo pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan ini saat berada dalam kondisi darurat. "Public Safety Center (PSC) 119 gratis, tidak dipungut biaya," pungkas dr. Danang.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar