PARADAPOS.COM - Menjelang akhir pekan, Jakarta kembali menawarkan beragam kegiatan bagi warga dan wisatawan. Mulai dari festival bertema anime hingga pameran arsip sejarah, berikut lima rekomendasi yang bisa Anda kunjungi antara 10 Juli hingga 30 Agustus 2026. Informasi ini dihimpun dari laman resmi Instagram Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI serta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
1. Ninjas Assemble dan Hidden Leaf Festival
Kawasan Kota Tua Jakarta akan menjadi pusat perhatian para penggemar anime dan game. Pada 11-12 Juli 2026, acara Ninjas Assemble menghadirkan turnamen PUBG Mobile Influencer Championship (PMIG), temu penggemar Windah Basudara, cosplay flashmob, booth interaktif, serta penampilan musisi lokal.
Masih di lokasi yang sama, pengunjung juga bisa menjelajahi Desa Konoha Kecil melalui "Hidden Leaf Festival". Acara yang berlangsung dari 10 Juli hingga 16 Juli 2026, pukul 10.00-20.00 WIB ini menampilkan instalasi Kyuubi raksasa, Hokage Rock, Toti Gate, hingga Konoha Hut. Suasana ala animasi Naruto Shippuden terasa begitu kuat di setiap sudutnya.
2. Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan"
Bagi pencinta kain tradisional, Museum Tekstil menjadi tempat yang tepat. Pameran ini mengajak pengunjung menyelami sejarah panjang pelestarian wastra nusantara. Sebanyak 50 karya pilihan dari hibah perdana tahun 1976 dipajang, termasuk 12 helai ulos pilihan yang merupakan bagian dari 114 helai ulos sumbangan Torang Sitorus.
Pameran dibuka sejak 24 Juni 2026 hingga 30 Agustus 2026, setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB. Setiap helai kain menyimpan cerita tentang ketekunan dan warisan budaya yang terus dijaga.
3. Pameran Threads of Wax
Museum Seni Rupa dan Keramik menjadi saksi dialog budaya antara Indonesia dan Hungaria. Pameran bertajuk "Intercultural Dialogue Between Indonesian Batik and Hungarian Folk Embroidery" ini berlangsung dari 30 Juni hingga 21 Juli 2026, pukul 09.00-15.00 WIB.
"Walau berbeda dari sisi latar belakang geografis, sejarah, dan budaya, batik Indonesia dan sulaman rakyat Hungaria memiliki banyak kesamaan dalam ragam hias, simbol, dan dedikasi terhadap pengerjaan yang teliti," demikian penjelasan dalam materi pameran. Karya-karya yang ditampilkan sarat nilai seni, makna, dan keterampilan lintas generasi.
4. Pameran Arsip 100 Tahun Ali Sadikin
Galeri Oesman Effendy di Taman Ismail Marzuki menggelar pameran yang memotret sosok Gubernur Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin. Bertema "Pasca Gita (Jaya): Maecenas dan Kemandirian Seni", pameran ini menyoroti sikap dan manuver negosiasi sang tokoh di tengah situasi negara yang penuh tantangan.
Kata "Gita (Jaya)" sendiri diadaptasi dari judul buku "Gita Jaya" yang ditulis Ali Sadikin sebagai catatan selama menjabat. Pameran berlangsung setiap hari pukul 10.00-20.00 WIB.
5. Pergelaran Wayang Beber Metropolitan
Museum Wayang menjadi lokasi pergelaran wayang beber pada hari Minggu, pukul 10.00-14.00 WIB. Lakon yang diangkat berjudul "Mata Airku dalam Kemasan", mengisahkan pergulatan antara pelestarian alam dan ambisi pembangunan.
Suasana di dalam museum terasa khidmat saat dalang mulai bercerita. Bagi yang tidak bisa hadir langsung, pertunjukan ini juga dapat disaksikan melalui laman YouTube Museum Wayang.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani Tersangka Pemerasan Usai OTT, Dua Orang Lain Turut Diamankan
Menteri Sosial Gus Ipul Apresiasi Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat NTB dalam Open House Penerimaan Siswa Baru
BMKG Prediksi Jakarta Selatan dan Timur Alami Suhu Tertinggi 34 Derajat Celcius pada Sabtu
Wakil Ketua DPR Desak Kemendagri Turun Tangan Atasi Kericuhan PPPK di Tidore