PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Jakarta Barat menghimpun 78 ekor hewan kurban yang terdiri dari 51 sapi dan 27 kambing untuk disalurkan kepada masyarakat, organisasi, masjid, mushalla, dan pesantren yang mengajukan permohonan. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengonfirmasi hal tersebut di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026, seraya memastikan seluruh hewan telah diperiksa kesehatannya oleh petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (Sudin KPKP) Jakarta Barat.
Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban
Puluhan hewan kurban yang masuk ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat sudah melalui proses pengecekan kesehatan secara ketat. Iin menjelaskan bahwa koordinasi dengan Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat dilakukan untuk memastikan seluruh hewan dinyatakan layak.
"Semua hewan kurban yang masuk ke kantor wali kota sudah dicek kesehatannya oleh dokter hewan, dan ini dikoordinasikan oleh Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat," ujar Iin.
Pemkot Jakarta Barat memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyalurkan hewan kurban. Iin berharap hewan-hewan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
"Semoga hewan kurban yang telah disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat," ucap Iin.
Imbauan untuk Masyarakat
Menjelang perayaan Iduladha, Wali Kota mengajak seluruh warga Jakarta Barat untuk turut menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, semangat kurban bukan sekadar ritual, melainkan wujud kepedulian sosial.
"Makna Iduladha ini menunjukkan bahwa kita memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Mudah-mudahan semangat kebersamaan dan sinergi ini terus kita bangun untuk melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," tutur Iin.
Pemeriksaan di Tingkat Masjid
Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Barat telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Assahara, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin, 25 Mei 2026. Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat kelayakan kurban.
"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ke masjid-masjid dilakukan untuk melihat apakah hewan kurban layak untuk dikurbankan atau tidak. Sebanyak 16 ekor sapi dan delapan ekor kambing telah kami periksa di masjid ini," kata Tanti.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi fisik hewan secara menyeluruh, mulai dari mata, gigi, lidah, hingga pengambilan sampel air liur hewan ternak. Selain itu, pemeriksaan juga meliputi pengecekan detak jantung, suhu tubuh, kondisi mulut, kuku, dan hidung hewan.
"Kita verifikasi juga dokumen Surat Kesehatan Hewan (SKH) untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan memenuhi standar kesehatan dan ketentuan syariat," ungkap Tanti.
Menurut dia, pemeriksaan itu dilakukan untuk memenuhi prinsip halal dan thayyib sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah kurban.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR: Anggaran Bantuan Hewan Kurban Presiden Bukan Hal Baru, Sudah Ada Sejak Era Sebelumnya
Polisi Dalami Dugaan Intimidasi di Balik Kasus Pencabulan Pimpinan Ponpes Padang Ati Buaran, Enam Santriwati Melapor
Satria Muda Pastikan Tiket Semifinal IBL 2026 Usai Taklukkan Hangtuah 2-0
Bogor Hornbills Paksa Kesatria ke Gim Ketiga Usai Menang Dramatis 111-103 di Overtime