PARADAPOS.COM - Api Dharma yang disakralkan dari Mrapen telah tiba di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat, 29 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian persiapan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era. Prosesi pengambilan api abadi ini dilakukan langsung oleh para Sangha dengan diiringi doa-doa, menandai dimulainya rangkaian ritual sakral menuju puncak perayaan yang jatuh pada 31 Mei 2026. Setibanya di Candi Mendut, api tersebut akan disemayamkan sementara sebelum nantinya digabungkan dengan air suci dari Umbul Jumprit, Temanggung, yang akan diambil keesokan harinya.
Prosesi Sakral Menuju Candi Borobudur
Rencananya, kedua elemen suci—api dan air—akan diarak atau dikirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. "Kedua api dan air ini nantinya akan diarak-arak atau dikirab dari Candi Mendut menuju ke arah Candi Borobudur di mana pada Hari Waisak atau jatuh pada tanggal 31 Mei 2026 atau di 2570 Buddhist Era," ungkap Jurnalis Metro TV Ica Ervina dalam program Headline News Metro TV.
Di sisi lain, persiapan di zona satu Candi Borobudur terus dimatangkan. Di Taman Kenari, misalnya, sejumlah rupang Buddha telah didirikan. Hiasan bunga dan replika teratai—yang identik dengan perayaan Waisak—juga mulai menghiasi area tersebut. Suasana di sekitar candi terlihat semakin khidmat dengan sentuhan dekorasi khas perayaan umat Buddha.
Detik-Detik Waisak dan Pesta Lampion
Puncak perayaan akan berlangsung tepat di zona satu Candi Borobudur. "Serta nantinya di Candi Borobudur atau di zona satu ini akan dilangsungkan dari detik-detik Waisak yang akan berlangsung tepat pada waktu 15 lewat 44 menit lewat 44 detik," jelas Ica. Momen ini akan menjadi pusat perhatian ribuan umat yang hadir.
Selain ritual inti, kemeriahan juga akan hadir melalui pertunjukan lampion yang direncanakan menghiasi kawasan Candi Borobudur. Masyarakat umum dipersilakan untuk menyaksikan langsung rangkaian acara ini. Dari prosesi pengambilan api hingga pawai lampion, seluruh rangkaian menggambarkan kekhusyukan dan semangat kebersamaan dalam menyambut hari suci umat Buddha.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IESR Desak Pemerintah Revisi Aturan Kuota PLTS Atap Demi Kejar Target 100 GW Prabowo
Polisi Razia Sembilan Titik Rawan di Jakbar, Amankan Satu Badik
Baznas Salurkan 50 Kambing Dam Haji ke Warga Kurang Mampu di Pemalang
Tiga Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci, Satu Batal Wukuf