11 Daerah di Riau Siaga Darurat Karhutla, Kuansing Belum Menyusul

- Senin, 01 Juni 2026 | 13:25 WIB
11 Daerah di Riau Siaga Darurat Karhutla, Kuansing Belum Menyusul
PARADAPOS.COM - Sebanyak 11 dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang tengah berlangsung. Hanya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang belum mengambil langkah serupa. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengonfirmasi bahwa Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah daerah lainnya telah mengaktifkan status tersebut untuk mempercepat koordinasi penanganan bencana. Sementara itu, Tim Manggala Agni masih berjibaku memadamkan api di beberapa titik, seperti Rantau Bais, Sokoi, dan Kandis, dengan tantangan berupa angin kencang dan lahan gambut.

Sebelas Daerah Siaga, Satu Masih Menunggu

Jim Gafur menyampaikan bahwa penetapan status siaga darurat ini merupakan langkah strategis agar seluruh elemen pemerintahan bisa bergerak cepat. “Saat ini Pemprov Riau bersama 11 pemerintah kabupaten dan kota di Riau sudah menetapkan status siaga darurat karhutla. Hanya tinggal satu daerah yang belum menetapkan, yaitu Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing),” katanya di Pekanbaru, Senin, 1 Juni 2026. Ia menambahkan, dengan status ini, koordinasi pengiriman bantuan dari pusat hingga daerah diharapkan tidak lagi terhambat birokrasi. “Jika sudah menetapkan status, koordinasi dan pengiriman bantuan akan lebih lancar, sehingga penanganan karhutla juga akan lebih cepat. Kami berharap Kuansing segera menetapkan status siaga darurat,” ujarnya.

Medan Berat dan Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan

Di lapangan, situasi tidaklah mudah. Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih terus melakukan operasi pemadaman di sejumlah titik. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan kondisi yang dihadapi personel di lapangan cukup kompleks. “Tim Manggala Agni terus bekerja maksimal di seluruh lokasi kebakaran. Meskipun menghadapi kondisi cuaca yang cukup sulit dan medan yang tidak mudah, personel tetap fokus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan,” jelas Ferdian. Beberapa lokasi yang masih dalam penanganan antara lain Rantau Bais di Kabupaten Rokan Hilir, Sokoi di Pelalawan, dan Kandis di Siak. Sementara itu, kebakaran di Pasir Limau Kapas dinyatakan telah padam setelah lima hari penanganan intensif. Hembusan angin kencang, vegetasi kering yang mudah terbakar, serta karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan menjadi kendala utama di lapangan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler