Sekjen NasDem Sambut Hangat Momen Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan Usai Upacara Hari Lahir Pancasila

- Selasa, 02 Juni 2026 | 04:25 WIB
Sekjen NasDem Sambut Hangat Momen Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan Usai Upacara Hari Lahir Pancasila
PARADAPOS.COM - Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menyambut gembira momen kebersamaan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang terlihat bergandengan tangan usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026). Menurutnya, kedekatan antara dua tokoh bangsa itu merupakan teladan yang patut dicontoh oleh para pemimpin lainnya demi persatuan dan kemajuan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Hermawi kepada wartawan pada Selasa (2/6/2026), menekankan pentingnya relasi harmonis antarnegarawan di tengah dinamika politik nasional.

Kedekatan yang Patut Dicontoh

Hermawi Taslim menilai bahwa momen tersebut bukan sekadar seremoni belaka. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan antara presiden petahana dan mantan presiden adalah cermin dari kedewasaan berpolitik. "Kita menyambut gembira suasana kedekatan presiden dengan mantan presiden, memang demikianlah seharusnya para negarawan terus membangun kebersamaan untuk memajukan negeri," kata Hermawi. Ia berharap hubungan baik yang diperlihatkan oleh Prabowo dan Megawati dapat menjadi contoh bagi tokoh-tokoh bangsa lainnya. Menurutnya, hal itu demi kemajuan bangsa. "Semoga relasi dan suasana yang baik itu diikuti oleh negarawan lain di Tanah Air demi kemajuan Indonesia Raya," ujarnya.

Persatuan Elite sebagai Kunci Stabilitas

Lebih lanjut, Hermawi menegaskan bahwa kebersamaan antarelite politik merupakan syarat utama untuk menjaga persatuan nasional. Ia menilai kedekatan Prabowo dan Megawati mencerminkan semakin solidnya persatuan di tingkat puncak kepemimpinan. "Tentu, persatuan elite adalah syarat utama untuk kita bersama-bersama mempererat persatuan demi kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni. Ia mengaku merasa senang sebagai rakyat sekaligus politisi melihat momen tersebut. "Saya jujur sebagai rakyat dan juga politisi senang sekali melihat kejadian ini. Di samping karena mereka memang punya histori hubungan yang sangat erat, 'kemesraan' dari dua negarawan bangsa ini mencerminkan betapapun bergejolaknya situasi negeri, persatuan dan kekeluargaan tetap nomor satu," ujarnya.

Makna Politik di Balik Momen Hangat

Ahmad Sahroni juga menyoroti sisi politis dari keakraban tersebut. Menurutnya, momen itu menunjukkan bahwa pemerintah dan pihak di luar pemerintahan tetap mengedepankan stabilitas politik nasional, terutama di tengah situasi global yang penuh tantangan. "Dari sisi politik juga saya rasa ini baik dan menunjukkan pemerintah dan partai oposisi tetap fokus menjaga stabilitas politik di tengah situasi global yang sedang tidak menguntungkan Indonesia," tuturnya. Ia pun menambahkan keyakinannya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. "Tapi saya yakin Pak Prabowo bisa handle negeri tercinta ini jadi negara yang hebat dan kuat," imbuh dia.

Momen di Lapangan: Gandengan Tangan dan Tawa Bersama

Sebelumnya, suasana hangat terlihat saat Prabowo dan Megawati menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila. Acara digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga tampak hadir dalam kesempatan tersebut. Usai upacara, kehangatan keduanya kembali mencuri perhatian. Prabowo mulanya terlihat berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin. Sementara itu, Megawati berada di belakang mereka. Prabowo kemudian mempersilakan Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma'ruf Amin untuk berjalan lebih dulu. Namun, Megawati justru mengajak Prabowo untuk berjalan bersama. Ia tampak menggandeng tangan Prabowo. Keduanya pun berjalan beriringan sambil sesekali tertawa, menunjukkan keakraban yang sulit terbantahkan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar