BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Maluku dan Maluku Utara Akibat Sirkulasi Siklonik

- Rabu, 03 Juni 2026 | 23:25 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Maluku dan Maluku Utara Akibat Sirkulasi Siklonik
PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda wilayah Maluku dan Maluku Utara pada Kamis, 4 Juni 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul terdeteksinya sirkulasi siklonik di perairan utara Papua Barat dan Samudra Pasifik utara Papua, yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah titik di Indonesia timur. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Dinamika Atmosfer di Indonesia Timur

Prakirawan BMKG, Nur M. Rizky, dalam siaran resmi prakiraan cuaca pada hari yang sama, menjelaskan bahwa fenomena sirkulasi siklonik ini menjadi pemicu utama peningkatan aktivitas awan hujan. "Fenomena ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sejumlah wilayah Indonesia timur," ujarnya. Lebih lanjut, Rizky memaparkan bahwa daerah konvergensi terpantau membentang dari Teluk Cenderawasih hingga Papua Barat. Tidak hanya itu, wilayah pesisir barat Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, perairan utara Papua Nugini, hingga Samudra Pasifik utara Papua juga masuk dalam zona yang terpengaruh.

Wilayah Lain yang Terdampak

Pengaruh dinamika atmosfer ini tidak hanya terbatas di Indonesia timur. Daerah konvergensi juga diperkirakan terbentuk di sejumlah wilayah lain, membentang dari ujung barat hingga tengah Nusantara. Beberapa di antaranya meliputi pesisir utara Aceh, pesisir timur Riau, Samudra Hindia selatan Jawa bagian barat, hingga Samudra Hindia barat Lampung. Selain itu, wilayah perairan barat Kalimantan Barat, Selat Makassar bagian selatan, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, Laut Banda, serta wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Tengah juga masuk dalam catatan BMKG. "Kombinasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi," jelas dia. Dengan kondisi ini, masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar