PARADAPOS.COM - Sebanyak 120 bencana alam melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode Januari hingga Mei 2026. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat banjir sebagai bencana paling dominan, mencapai 65 kejadian. Akibat rangkaian bencana ini, enam orang dilaporkan meninggal dunia, 14 lainnya luka-luka, dan lebih dari 78.700 jiwa terdampak.
Banjir Mendominasi, Disusul Cuaca Ekstrem
Kepala BPBD NTB Sadimin merinci, dari total 120 kejadian, banjir terjadi sebanyak 65 kali. Cuaca ekstrem menyusul di posisi kedua dengan 39 kejadian, disusul tanah longsor sebanyak 13 kali, dan gelombang pasang atau abrasi sebanyak 3 kejadian.
"Sedangkan untuk bencana Gempa Bumi, Karhutla, Kekeringan, Erupsi Gunung Api, dan Tsunami tercatat 0 kejadian pada periode ini," ujar Sadimin, Kamis, 4 Juni 2026.
Dampak Manusia dan Kerusakan Infrastruktur
Selain korban jiwa, bencana-bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan fisik yang tidak sedikit. Sebanyak 547 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian 29 rumah rusak berat, 61 rumah rusak sedang, dan 457 rumah rusak ringan. Lebih parah lagi, 21.739 rumah dilaporkan terendam banjir.
Sektor ekonomi pun ikut terpukul. Sadimin mengungkapkan, dampak sosial ekonomi meliputi 1.411 hektare sawah yang rusak, serta 60 tambak dan 18 pertokoan yang ikut terendam.
"Kalau dampak sosial ekonomi 1.411 hektar sawah rusak, 60 tambak dan 18 pertokoan ikut terendam," ungkapnya.
Kabupaten Bima Paling Terdampak
Jika ditilik berdasarkan wilayah, Kabupaten Bima menjadi daerah yang paling sering dilanda bencana dengan 37 kejadian. Disusul Kabupaten Lombok Barat dengan 21 kejadian, Lombok Tengah 18 kejadian, dan Sumbawa 11 kejadian. Wilayah lain seperti Lombok Utara mencatat 9 kejadian, Lombok Timur 7 kejadian, Dompu 8 kejadian, Sumbawa Barat 4 kejadian, serta Kota Mataram dan Kota Bima masing-masing 3 dan 2 kejadian.
"Ke depan kami berharap upaya mitigasi, tanggap darurat, hingga pasca-bencana di NTB dapat berjalan semakin efektif, terpadu, dan responsif terhadap ancaman bencana serta perubahan iklim," jelas Sadimin menutup laporannya.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Dukung Sensus Ekonomi 2026 Demi Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
KPK Lelang 108 Aset Rampasan Korupsi Senilai Rp311 Miliar pada 18 Juni 2026
Kejagung Masih Kaji Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN yang Seret 26 Nama
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio Usai Endorse Kopi di Rumah Pribadi, Isu Hak Asuh Anak Kembali Mencuat