SMAN 2 Samarinda Juara LKBB-PB Kaltim, Siap Mewakili Daerah ke Tingkat Nasional

- Minggu, 07 Juni 2026 | 08:00 WIB
SMAN 2 Samarinda Juara LKBB-PB Kaltim, Siap Mewakili Daerah ke Tingkat Nasional

Jakarta -

PARADAPOS.COM - SMAN 2 Samarinda berhasil menyabet juara pertama dalam Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Prestasi ini memastikan mereka melaju ke kompetisi nasional di Jakarta. Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat, seraya menekankan bahwa antusiasme peserta mencerminkan semangat generasi muda dalam membangun kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kebangsaan.

Kemenangan ini diraih setelah melalui persaingan ketat di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, pada Sabtu (6/6/2026). Sebanyak sepuluh sekolah tingkat SMA/SMK sederajat saling unjuk kemampuan formasi terbaik. Hasil akhir menempatkan SMAN 2 Samarinda di puncak klasemen dengan perolehan 6.505 poin, unggul atas SMAN 5 Samarinda di posisi kedua dengan 6.060 poin, dan SMK TI Labbaika Samarinda di posisi ketiga dengan 5.960 poin.

Apresiasi dan Pesan untuk Peserta

Siti Fauziah, dalam keterangannya pada Minggu (7/6/2026), menyampaikan kekagumannya pada semangat para peserta. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan wahana pembentukan karakter.

"Adik-adik dengan semangat yang besar, yang tinggi untuk mengikuti acara ini. Semoga acara ini berkesan dan bermanfaat untuk adik-adik semua," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah yang terpilih tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga identitas daerah. “Satu sekolah yang akan ke Jakarta adalah mewakili Kalimantan Timur. Jadi bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi mewakili Kalimantan Timur. Semoga di ajang nasional nanti yang Insya Allah dilaksanakan pada bulan Agustus, adik-adik bisa berprestasi dan membanggakan Kalimantan Timur,” katanya.

Kepada seluruh peserta yang belum berhasil meraih juara, Siti berpesan agar tetap bangga. “Yang sudah ada di halaman ini adalah adik-adik yang terbaik. Jadi jangan kecewa kalau nanti tidak dapat piala. Yang sudah ada di sini adalah adik-adik pilihan dan yang terbaik,” tuturnya.

Keterbatasan Waktu Jadi Tantangan

Di balik kemenangan gemilang, perjalanan tim SMAN 2 Samarinda tidaklah mudah. Pelatih tim, Thesa Muhammad Rechto, mengungkapkan bahwa persiapan mereka diwarnai berbagai kendala, terutama soal waktu.

"Kami sebenarnya tidak bisa latihan setiap hari. Kalau ada waktu latihan, kami memaksimalkannya semaksimal mungkin. Tantangan terbesar minggu ini adalah karena ada ujian, sehingga peserta harus membagi fokus antara belajar dan latihan," jelasnya.

Meski demikian, Thesa optimistis timnya siap meningkatkan intensitas latihan untuk menghadapi kompetisi nasional di Jakarta. “Persiapan ke nasional pastinya latihan akan lebih ketat lagi. Harapannya bisa membanggakan Kalimantan Timur, membanggakan sekolah, dan semoga SMAN 2 Samarinda bisa tampil lebih baik lagi dari yang sudah ditampilkan hari ini,” katanya.

Perjuangan dari Dalam Tim

Senada dengan pelatih, Kepala Regu SMAN 2 Samarinda, Khevin Dwi Sandika, menceritakan betapa beratnya perjuangan tim. Ia harus pintar-pintar membagi waktu antara latihan, ujian sekolah, dan aktivitas lainnya.

"Persiapannya sangat berat, apalagi di saat ulangan dan ujian sekolah. Kami cukup kesulitan membagi waktu belajar dengan waktu latihan. Syukur kami bisa sampai di titik ini dan memenangkan juara pertama untuk mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional," ungkapnya.

Menurut Khevin, tantangan tidak hanya datang dari faktor akademik. “Tantangannya selain membagi waktu, ada juga beberapa kendala terkait izin dari orang tua, kemudian faktor fisik dan mental yang harus dijaga karena latihan yang cukup keras,” ucapnya.

Ia juga membagikan momen paling berkesan selama persiapan. Sehari sebelum lomba, seluruh anggota tim tetap menjalani latihan malam di sekolah meski dalam kondisi lelah. “H-1 sebelum lomba kami latihan malam di sekolah. Saat itu kondisinya sudah sangat lelah, tetapi kami tetap menyempatkan latihan. Sebelum pulang kami membuat lingkaran, berdoa bersama, dan saling mencurahkan semangat. Momen itu yang paling berkesan bagi kami,” ungkapnya.

Untuk menghadapi kompetisi nasional, Khevin dan timnya berencana melakukan sejumlah penyempurnaan, terutama pada aspek formasi dan ketepatan gerakan. “Kami akan mempersiapkan ketepatan baris-berbaris dan kemungkinan ada perubahan pada beberapa formasi. Harapannya SMAN 2 Samarinda bisa semakin maju, kualitasnya terus meningkat, dan mudah-mudahan bisa meraih prestasi terbaik di tingkat nasional,” pungkasnya.

Sepuluh sekolah yang bertanding dalam ajang ini meliputi SMKN 17 Samarinda, SMAN 8 Samarinda, SMKN 1 Sangatta Utara, SMAN 5 Samarinda, SMAN 3 Samarinda, SMKN 15 Samarinda, MAN 2 Samarinda, SMK TI Labbaika Samarinda, SMAN 2 Samarinda, dan SMAN 1 Tenggarong.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar