PARADAPOS.COM - Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke arah Israel utara pada Minggu, 7 Juni 2026 malam waktu setempat, menandai eskalasi besar pertama sejak gencatan senjata yang rapuh diberlakukan. Serangan ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengkonfirmasi bahwa mereka menargetkan Pangkalan Udara Ramat David, sementara militer Israel mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat seluruh proyektil yang diluncurkan.
Kronologi Serangan dan Klaim dari Kedua Belah Pihak
Tentara Israel mengonfirmasi bahwa rudal telah ditembakkan dari wilayah Iran. IRGC dengan tegas menyatakan bahwa Israel harus menghentikan serangannya terhadap Lebanon. Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengonfirmasi serangan tersebut dan memperingatkan bahwa operasi akan berlanjut "jika Israel menanggapi serangan Iran atau tidak menghentikan serangannya terhadap Lebanon."
Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Iran menembakkan rudal dalam tiga gelombang berbeda. Sementara itu, stasiun penyiaran publik Israel, KAN, menyebutkan total sepuluh rudal balistik terlibat dalam serangan itu, termasuk satu salvo yang terdiri dari empat proyektil. Laporan awal dari lapangan mengindikasikan adanya kerusakan di kota Tiberias, dan operasi di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv untuk sementara ditangguhkan.
“Ledakan terdengar di atas Haifa dan Nazareth saat sistem pertahanan udara Israel menanggapi serangan tersebut,” ujar seorang koresponden Anadolu yang berada di lokasi.
Dampak dan Respons di Israel
KAN melaporkan bahwa seluruh kegiatan belajar-mengajar di Israel dibatalkan. Mengutip pernyataan pejabat Israel, saluran tersebut menyebutkan bahwa Tel Aviv pasti akan memberikan respons terhadap serangan Iran. Channel 12 juga melaporkan seorang wanita Israel mengalami luka sedang saat berlari menuju area yang dilindungi selama serangan rudal berlangsung.
Seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada penyiar tersebut bahwa "tidak ada kemungkinan" Israel akan menahan diri untuk tidak membalas.
Konteks Eskalasi di Lebanon
Ketegangan ini dipicu oleh serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut yang terjadi hanya beberapa jam sebelum rudal Iran diluncurkan. Serangan di Lebanon itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 11 lainnya. Peristiwa ini merupakan serangan Israel ketiga di pinggiran selatan Beirut sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April, setelah dua serangan sebelumnya pada 6 Mei dan 28 Mei. Situasi di kawasan itu kini berada dalam ketegangan tinggi, dengan kedua belah pihak saling berancang untuk melanjutkan aksi militer.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gempa M7,7 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 25 Wilayah Indonesia
Gempa Susulan Magnitudo 6,0 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,7 di Laut Sulawesi, Lima Provinsi Siaga
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe