Kedutaan Besar AS di Yerusalem Tutup Layanan Konsuler Imbas Serangan Rudal Iran ke Israel

- Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB
Kedutaan Besar AS di Yerusalem Tutup Layanan Konsuler Imbas Serangan Rudal Iran ke Israel
PARADAPOS.COM - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem mengumumkan penutupan layanan konsuler di Yerusalem dan Tel Aviv pada Senin, 8 Juni 2026, menyusul serangan rudal Iran ke Israel. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi keamanan yang terjadi setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke wilayah utara Israel pada Minggu malam. Dalam peringatan keamanan yang diunggah di platform media sosial X, kedutaan menyatakan seluruh pegawai pemerintah AS beserta anggota keluarga mereka telah diperintahkan untuk tetap berada di lokasi perlindungan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Instruksi Perlindungan bagi Staf Kedutaan

Peringatan tersebut juga meminta para staf untuk bersiap berpindah ke tempat perlindungan jika sirene peringatan “red alert” dibunyikan. Instruksi ini mengacu pada situasi keamanan terkini dan peringatan yang dikeluarkan Komando Front Dalam Negeri Israel di sejumlah wilayah. Suasana di sekitar kantor kedutaan pun tampak tegang, dengan peningkatan patroli keamanan terlihat di beberapa titik. Menurut pernyataan resmi, layanan konsuler di Kedutaan Besar AS di Yerusalem maupun kantor cabang kedutaan di Tel Aviv tidak akan beroperasi pada hari Senin. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan personel diplomatik dan warga negara AS yang berada di lokasi.

Trump Desak Iran Kembali ke Meja Perundingan

Perkembangan ini terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk kembali melanjutkan perundingan. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyampaikan seruan langsung kepada Teheran. “Anda sudah menembakkan rudal Anda, itu sudah cukup. Kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan,” ujarnya merujuk kepada Iran. Trump menambahkan bahwa kesepakatan tersebut dapat ditandatangani pada “Senin, Selasa, atau Rabu pekan ini”. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan diplomatik untuk meredakan ketegangan yang kembali memanas di kawasan. Serangan rudal Iran sendiri merupakan buntut dari serangan udara Israel ke pinggiran selatan Beirut. Tel Aviv mengklaim serangan tersebut menargetkan pusat komando dan perencanaan milik Hizbullah. Serangan Israel itu dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya berdasarkan data sementara. Serangan rudal Iran menjadi yang pertama sejak gencatan senjata rapuh yang tercapai pada awal April. Gencatan senjata sementara diberlakukan pada 8 April, namun proses negosiasi kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai implementasi kesepakatan dan perkembangan situasi regional setelahnya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini