Trump Janjikan Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan di Tengah Gencatan Senjata dengan Israel

- Selasa, 09 Juni 2026 | 00:50 WIB
Trump Janjikan Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan di Tengah Gencatan Senjata dengan Israel
PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintahannya akan mengumumkan "kemenangan total" atas Iran dalam dua pekan ke depan. Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah Iran dan Israel sepakat meredakan ketegangan, yang merupakan eskalasi terburuk sejak gencatan senjata April lalu. Trump menyampaikan hal tersebut dalam sebuah telekonferensi dengan Senator Lindsey Graham, sekutu dekatnya dari Partai Republik.

Kemenangan dan Dampak Ekonomi

"Kita telah menjadi tim yang sangat tangguh, dan saya pikir kita memenangkan pertempuran itu, tetapi Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kita menyatakan kemenangan total," ujar Trump. Ia menambahkan, "Ini akan menjadi kemenangan total. Ini akan terjadi sangat segera, dan harga minyak akan anjlok." Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 9 Juni 2026, seperti dikutip dari laporan Anadolu.

Kronologi Ketegangan Terkini

Sehari sebelumnya, pada Senin, Iran secara resmi mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel. Namun, Teheran memberikan peringatan keras: mereka akan memberikan respons yang "menghancurkan" jika operasi militer Israel di Lebanon masih berlanjut. Militer Iran menegaskan bahwa Israel dan sekutunya "seharusnya telah belajar" dari respons yang mereka berikan. Ketegangan di kawasan memang meningkat drastis pada hari Minggu. Israel melancarkan bombardir ke ibu kota Lebanon, Beirut, meskipun gencatan senjata secara resmi masih berlaku. Langkah ini memicu Iran untuk meluncurkan rudal balasan ke wilayah utara Israel. Tak berselang lama, Israel pun membalas dengan gelombang serangan udara yang menyasar target-target Iran.

Keterlibatan Langsung Trump

Pada Senin pagi, Trump turun tangan secara langsung. Melalui platform Truth Social miliknya, ia menyerukan agar Israel dan Iran segera menghentikan pertempuran. Seruan itu datang di tengah situasi yang masih panas. Sore harinya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu angkat bicara. Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia menyatakan bahwa pertempuran dengan Iran telah berhenti "untuk saat ini". Meski demikian, Netanyahu memperingatkan bahwa Israel tidak akan tinggal diam dan akan membalas jika kembali diserang.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini